Home / Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 10:15 WIB

Anggaran Sekolah Gratis Mandek, Kepala Sekolah di Tangerang Upayakan Dana Talangan

Gedung SMA Swasta Putra Bangsa l Dok. Munjul-BNC

Gedung SMA Swasta Putra Bangsa l Dok. Munjul-BNC

BagusNews.Co – Penyaluran bantuan pendidikan Program Sekolah Gratis (PSG) di Provinsi Banten dilaporkan mengalami keterlambatan pada periode Maret hingga April 2026. Kondisi ini mendorong Forum Komunikasi Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (FK2SMKS) Provinsi Banten mendesak mundur dari program prioritas Gubernur Banten tersebut.

Keterlambatan pembayaran dana yang berlarut-larut di tahun kedua pelaksanaan program dianggap mempengaruhi manajemen keuangan sekolah swasta.

Sejumlah sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kabupaten Tangerang terpaksa menyiapkan dana talangan mandiri guna menutupi biaya operasional pendidikan menyusul belum cairnya anggaran program sekolah gratis dari Pemerintah Provinsi Banten untuk periode Maret hingga April 2026.

Langkah ini diambil manajemen sekolah guna memastikan kegiatan belajar mengajar dan pemeliharaan fasilitas tetap berjalan normal meskipun proses validasi data di tingkat pusat masih berlangsung.

Kepala SMA Swasta Putra Bangsa Kabupaten Tangerang Sri Rahmayanti mengungkapkan, keterlambatan pencairan dana tersebut merupakan risiko yang sudah diprediksi sejak awal.

Menurut Rahma, mekanisme pencairan PSG sangat bergantung pada validitas data di Dapodik untuk menghindari kesalahan input akibat mutasi siswa.

Baca Juga :  Al Muktabar Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Sumur - Taman Jaya

“Belum, belum cair. Mungkin dari Dinas belum memvalidasi data dulu ya, jadi prosesnya tidak bisa langsung pencairan. Karena siapa tahu ada mutasi siswa, jadi datanya harus valid dulu,” ujar Rahma saat ditemui wartawan usai rapat dengan KCD Dindikbud Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang di SMAN 17 Kabupaten Tangerang, Selasa, 7 April 2026.

Menghadapi situasi itu, pihak sekolah menegaskan operasional pendidikan tidak boleh terhenti. Rahma menjelaskan, setiap sekolah yang memutuskan bergabung dalam PSG harus memiliki kesiapan finansial mandiri sebagai jaring pengaman agar gaji guru hingga fasilitas penunjang tetap terjamin.

“Risikonya, saya sebagai kepala sekolah harus menyediakan dana talangan. Kita tidak bisa hanya bergantung pada satu pos anggaran itu saja, nanti kegiatan sekolah tidak jalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, dana tersebut bersumber dari kas yayasan melalui mekanisme subsidi silang.

Sementara itu, Pengawas Jenjang SMA KCD Dindikbud Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang Riswan menjelaskan, jika sekolah mengalami kendala pembiayaan akibat keterlambatan pencairan, koordinasi harus segera dilakukan ke tingkat provinsi.

Baca Juga :  Rumah Kemasan Terbengkalai, Ini Kata Pemkab Pandeglang

“Jika terkait dengan kendala pembiayaan karena keterlambatan pencairan sehingga membutuhkan dana talangan, koordinasinya dengan Dinas Pendidikan. Bisa melalui KCD juga, tapi nanti KCD akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi karena kewenangan pencairan dan jadwalnya ada di sana,” jelas Riswan saat memberikan tanggapan di tempat terpisah.

Riswan menekankan, meskipun pihak pengawas tidak masuk dalam ranah teknis transfer uang, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap efektivitas penggunaan dana bantuan yang masuk ke sekolah, termasuk bantuan operasional sekolah (BOS).

“Tugas saya adalah pendampingan, pembinaan, dan pelatihan yang berkaitan dengan akademik, bukan berkaitan dengan pembiayaan. Namun, untuk penggunaan dan efektivitasnya sejauh mana, kami melakukan pemantauan tentang keterlaksanaan dari BOS,” kata Riswan.

Ia juga meluruskan, anggaran PSG memang difokuskan untuk kebutuhan personal siswa. Sementara untuk peningkatan kompetensi guru, sekolah dapat mengoptimalkan dana BOS Pusat melalui kegiatan in-house training (IHT).

“Anggaran program sekolah gratis itu kegunaannya untuk kebutuhan personal siswa. Jika berkaitan dengan SDM, maka SDM-nya perlu pengembangan melalui analisis rapor pendidikan,” tuturnya. (Red/Munjul)

Share :

Baca Juga

Daerah

Andra Soni Tinjau Pembangunan Jalan Sumur-Taman Jaya, Masyarakat Senang Jalan Bagus 

Daerah

Meski Tidak Masuk Tiga Besar, Walikota Serang Tetap Berikan Bonus pada Atlet Paralympic Berprestasi

Daerah

Pemprov Banten Terus Berupaya dan Berkonsentrasi Terhadap Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Daerah

Jadwalkan Pasha Unggu hingga Verrel Bramasta, Zakiyah: Para Artis Datang dengan Sukarela

Daerah

Wapres Gibran dan Gubernur Andra Soni Tanam Mangrove di Pesisir Mauk

Advertorial

Minta Sama-sama Perangi Judi Online, Yedi Rahmat: Kalau Ada ASN Yang Terlibat Saya Bakal Sanksi Tegas 

Daerah

Tatu dan Syafrudin Sepakat Kerjasama Pembangunan di Wilayah Perbatasan

Daerah

Al Muktabar Serahkan LKPD Tahun 2022 Kepada BPK Perwakilan Provinsi Banten