Home / Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 14:35 WIB

Data Terkini Stunting di Kota Serang 2026, Kecamatan Kasemen Catat Angka Tertinggi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin I Dok. Roy-BNC

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin I Dok. Roy-BNC

BagusNews.Co – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, memaparkan data perkembangan kasus stunting di wilayahnya berdasarkan data terkini tahun 2026.

‎Berdasarkan pemetaan per kecamatan, angka kejadian stunting masih tersebar di berbagai wilayah dengan variasi yang cukup signifikan.

‎Dalam pemaparannya, Hasan menyebutkan bahwa Kecamatan Kasemen mencatat jumlah kasus tertinggi dibandingkan wilayah lainnya, yakni mencapai 766 orang.

‎Sementara itu, Kecamatan Serang berada di urutan kedua dengan 402 orang, diikuti Kecamatan Walantaka sebanyak 325 orang dan Kecamatan Taktakan sebanyak 284 orang.

‎Untuk wilayah dengan kasus lebih rendah, tercatat Kecamatan Cipocok Jaya memiliki 57 orang kasus stunting, dan Kecamatan Curug dengan jumlah terkecil yaitu 16 orang.

‎”Itu datanya yang sekarang tahun 2026. Saya gak buka tahun yang lalu ya karena kan mintanya yang terkini,” ujar Hasan, kepada wartawan, Selasa, 14 April 2026.

‎Menurut Hasan, permasalahan stunting bukanlah kondisi yang muncul secara mendadak, melainkan akumulasi dari pemenuhan gizi yang kurang optimal sejak masa awal kehidupan.

‎”Stunting itu penyakit yang jauh waktunya, bukan timbul secara instan. Penanganannya harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari janin di dalam kandungan hingga usia dua tahun,” terangnya.

‎Ia menjelaskan bahwa stunting secara medis didefinisikan sebagai kondisi di mana tinggi atau panjang badan anak tidak sesuai dengan standar usia balita yang seharusnya.

‎Fase emas atau golden periode ini sangat krusial karena menentukan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak di masa depan.

‎”Kalau usia dewasa pendek bukan stunting, bukan ukurannya, karena bisa jadi pengaruh dari olahraga bisa jadi tinggi. Tapi otak ditumbuhkan dari fase golden periode itu 1.000 hari kehidupan,” kata Hasan.

‎Dalam upaya menekan angka tersebut, Dinkes Kota Serang melakukan berbagai intervensi. Salah satunya adalah menyambut baik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menyasar kelompok B3, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

‎”Dulu MBG hanya untuk anak sekolah, sekarang diperluas. Alhamdulillah dampaknya terlihat, masyarakat jadi lebih antusias membawa anaknya ditimbang atau memeriksakan kehamilan ke Posyandu,” ungkap Hasan.

‎Meskipun demikian, ia mengakui bahwa dampak signifikan dari program ini belum dapat terlihat secara maksimal karena implementasinya belum berjalan satu tahun penuh. Diharapkan dalam dua tahun ke depan, hasil penurunan angka stunting akan lebih nyata.

‎Selain program MBG, Dinas Kesehatan juga menyalurkan bantuan susu dari pemerintah pusat untuk balita dengan status gizi kurang.

‎Bantuan ini diberikan melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang dan RS Kencana, dengan syarat harus melalui pemeriksaan dan rekomendasi dokter anak terlebih dahulu.

‎Lebih lanjut, Hasan menjelaskan bahwa distribusi MBG difokuskan di Posyandu, bukan di rumah sakit, agar jangkauannya lebih luas dan tepat sasaran bagi masyarakat.

‎”Sejak ada MBG di posyandu, alhamdulilah orang-orang pada datang ngajak anaknya mau ditimbang atau yang ibu hamil mau diperiksa,” katanya. (Red/ Roy)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kelola Keuangan dan Aset Daerah, Gubernur Banten Beri Penghargaan Kabupaten/kota

Daerah

Pasca Ikuti Arahan Presiden, Polda Banten Segera Laksanakan Operasi Yustisi Penegakan Prokes

Daerah

Hasil Program Lumbung Pangan BAZNAS di Kabupaten Serang, Agus Siswanto : Menuju Perekonomian yang Lebih Baik

Daerah

Polda Banten Gelar Istighotsah dan Doa Bersama Sambut Pilkada Banten yang Aman

Daerah

Terima Kunjungan Gubernur Lemhannas RI, Pj Gubernur Al Muktabar Paparkan Ketahanan Provinsi Banten

Daerah

Andra Soni Tegaskan Komitmen Percepatan Reforma Agraria di Provinsi Banten

Daerah

‎Lewat CSR, Tiga Kampung Tematik Segera Ditata, Dukung Kawasan Royal Baroe

Daerah

Al Muktabar Buka Kegiatan MPLS SMA, SMK dan SKh di Provinsi Banten