Home / Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:22 WIB

Adde Rosi Khoerunnisa Inisiasi Riset dan Edukasi Kesehatan Mental Anak Bersama BRIN di Lebak

BagusNews.Co –  Adde Rosi Khoerunnisa, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap kesehatan mental anak dan remaja sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional.

Hal tersebut disampaikan Adde Rosi dalam kegiatan riset dan edukasi kesehatan mental anak dan remaja yang dilaksanakan melalui kemitraan Komisi X DPR RI dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bertempat di Aula Hotel Maris Rangkasbitung, Selasa 5 Mei 2026.

Adde Rosi menyampaikan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga kondisi psikologis peserta didik. Tekanan akademik, lingkungan keluarga yang kurang kondusif, serta pengaruh pergaulan menjadi faktor yang dapat memicu gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja.

Baca Juga :  Andra Soni Harap Provinsi Banten Pertahankan Tradisi Juara di Pornas Korpri 2025

“Kesehatan mental merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan. Tidak ada gunanya mengejar prestasi akademik tanpa didukung kondisi mental yang sehat. Karena itu, deteksi dini dan pendampingan menjadi hal yang sangat penting,” tegas Adde Rosi.

Melalui kegiatan ini, Komisi X DPR RI bersama BRIN melibatkan berbagai unsur, mulai dari satuan pendidikan, perguruan tinggi, HIMPAUDI, hingga sekolah menengah. Peserta dibekali pemahaman mengenai jenis-jenis gangguan kesehatan mental, metode deteksi dini, langkah penanganan, serta faktor-faktor penyebabnya berdasarkan kajian dan riset ilmiah.

Narasumber dari BRIN, Sri Idaiani, menjelaskan bahwa persoalan kesehatan mental anak dan remaja kerap sulit terdeteksi karena banyak kasus yang tidak dilaporkan.

Baca Juga :  Para Pegawai Diminta Cermat Dalam Pelaksanaan APBD Perubahan Provinsi Banten 2023

“Kasus kekerasan, termasuk kekerasan seksual dan percobaan bunuh diri, sering kali tidak terungkap karena korban maupun keluarga takut identitasnya diketahui. Kondisi ini menyebabkan data yang ada belum sepenuhnya mencerminkan situasi di lapangan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tekanan akademik, kondisi mental orang tua, serta faktor ekonomi keluarga turut memengaruhi kesehatan mental anak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial yang mendukung, disertai kebijakan berbasis riset yang berkelanjutan.

Adde Rosi berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian dan sinergi seluruh pemangku kepentingan keluarga, satuan pendidikan, dan pemerintah dalam menjaga kesehatan mental anak dan remaja sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dinsos Banten Mulai Salurkan Bantuan UEP untuk 2.720 RTS

Daerah

Warga Bangun Jembatan Sementara, Kades Sinar Jaya : Kami Menunggu Pemkab Pandeglang Bangun Jembatan Permanen

Daerah

Untuk Pengembangan Pariwisata, PIK 2 Akan Gelontorkan CSR di Kota Serang

Daerah

Di Forum ASEAN-Indo-Pacific, Dirut PLN Suarakan Kolaborasi Global Wujudkan Transisi Energi

Daerah

Jelang KTT G20, PLN Pamerkan 2 PLTS dan 33 PV Rooftop di Bali

Daerah

Tak Lagi Dukung Anies Baswedan, Demokrat Kota Serang Copot Semua Baliho dan Spanduk

Daerah

Polres Cilegon Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu Yang Akan Dibawa Ke Sumatera

Daerah

Cegah Korupsi di Tanah Jawara, LKIT Dorong BPKP Buka Kantor Perwakilan di Banten