BagusNews.Co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta. Program yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 120 ribu siswa kelas X dan XI di SMA, SMK dan dua angkatan di SKh Swasta se-Provinsi Banten.
Program Sekolah Gratis merupakan upaya Pemprov Banten untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya. Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam menekan angka putus sekolah serta meningkatkan pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pendidikan merupakan hak setiap anak yang harus dipenuhi. Pemerintah hadir untuk memastikan keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak dalam memperoleh pendidikan yang layak.
“Program Sekolah Gratis ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak dalam memperoleh pendidikan. Kami ingin memastikan anak-anak Banten tetap bisa melanjutkan sekolah dan meraih cita-citanya tanpa harus terkendala persoalan biaya,” ungkap Andra Soni.
Menurutnya, program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta yang menjadi mitra pemerintah. Dengan demikian, daya tampung pendidikan menengah semakin luas dan anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
“Ini merupakan bentuk gotong royong. Pemerintah membantu memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan. Harapan kami, tidak ada lagi anak yang harus berhenti sekolah karena persoalan biaya,” katanya.
Manfaat program tersebut turut dirasakan langsung oleh para siswa penerima bantuan. Salah seorang siswa penerima manfaat, Abdoel Hafidz siswa SMK PGRI Pandeglang, mengaku terbantu karena dapat melanjutkan pendidikan tanpa terlalu membebani kondisi ekonomi keluarga.
“Terima kasih Pak Gubernur Andra Soni atas program sekolah gratisnya. Sekarang saya dan teman-teman bisa melanjutkan sekolah tanpa mengkhawatirkan biaya,” ungkapnya.
Terpisah, Sarbini (47) orang tua siswa penerima manfaat program sekolah gratis di SMK Nurul Huda. Menurutnya, program tersebut membantu meringankan pengeluaran keluarga untuk biaya pendidikan anak.
Sarbini mengatakan sebelum ada program tersebut, dirinya kerap dihantui biaya sekolah ketika tahun ajaran baru tiba. Sebagai buruh harian lepas asal Kampung Sindang Mandi, Desa Panyerapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, penghasilannya tidak pernah pasti. “Yang penting anak bisa sekolah,” ujar Sarbini.
Dirinya mengaku biaya pendidikan selama ini menjadi beban yang paling sering dipikirkannya. Lantaran sebagai buruh harian lepas, dia tidak memiliki penghasilan tetap.
![]()
Namun, kata Sarbini, dengan adanya program tersebut, selain membantu meringankan biaya pendidikan, uang yang biasanya digunakan untuk membayar SPP dapat ditabung untuk pendidikan anaknya kedepan.
“Pekerjaan saya tidak setiap hari ada. Kadang kerja seminggu, setelah itu bisa menganggur sampai tiga bulan. Jadi uang yang tadinya buat bayar SPP sekarang bisa ditabung untuk kebutuhan pendidikan anak ke depan,” katanya
Dukungan juga datang dari pihak sekolah swasta yang menjadi penyelenggara Program Sekolah Gratis, Kepala Sekolah SMK Jaya Buana Kabupaten Tangerang Aan Angsori menyampaikan, Program Sekolah Gratis memberikan dampak positif terhadap meningkatnya akses pendidikan masyarakat.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Pada tahun ajaran 2026-2027, SMK Jaya Buana menerima sekitar seribu peserta didik baru melalui Program Sekolah Gratis. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 912 siswa.
“Peminatnya di kita, Alhamdulillah sangat tinggi, mungkin kalau kita tidak tutup kemarin bisa di 1.800 sampai 2.000 pendaftar. Tapi karena kita batasi agar kita juga bisa lebih memaksimalkan fasilitas yang sudah ada,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin mengatakan bahwa pelaksanaan Program Sekolah Gratis terus dikawal melalui koordinasi dan evaluasi bersama sekolah-sekolah mitra.
Menurutnya, pemerintah memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pendataan siswa penerima manfaat, mekanisme penyaluran bantuan, hingga pemenuhan standar pelayanan pendidikan.
“Capaian sekitar 120 ribu siswa penerima manfaat menjadi dorongan bagi kami untuk terus memastikan program ini berjalan tepat sasaran,” ungkapnya.
Selanjutnya, dirinya menyampaikan penguatan program sekolah gratis menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan.
Dikatakan Jamaluddin, perluasan akses pendidikan tidak hanya dilakukan melalui program pembiayaan pendidikan, tetapi juga dengan menambah sarana dan prasarana sekolah di sejumlah wilayah yang membutuhkan.
“Program sekolah gratis kita perkuat bersamaan dengan penambahan daya tampung sekolah. Jadi masyarakat tidak hanya dibantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga diberikan akses untuk mendapatkan layanan pendidikan,”pungkasnya.(Redaksi)







