BagusNews.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan pemantauan terhadap ketinggian muka air di berbagai titik sungai dan saluran air di wilayahnya sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir, selama musim penghujan yang saat ini masih berlangsung hingga Maret 2026.
Upaya itu dilakukan guna memastikan kesiagaan masyarakat dan mempercepat respons mitigasi bencana, mengingat curah hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan kenaikan muka air dan luapan sungai di sejumlah lokasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni menyatakan, pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini terkait status ketinggian muka air sungai dan saluran di berbagai wilayah yang saat ini berstatus ‘merah’ atau ‘awas’.
Ia menegaskan, seluruh tim pemantauan terus melakukan pengawasan secara real-time dan memberikan informasi kepada masyarakat agar tetap waspada dan siap siaga menghadapi kemungkinan banjir.
“Kami telah melakukan pemantauan sekaligus memberikan peringatan dini kepada semua masyarakat untuk bersiaga menghadapi banjir di tengah curah hujan yang masih tinggi,” ujar Taufik, Jumat, 20 Februari 2026.
Selanjutnya, ia menambahkan, setelah hujan lebat yang terjadi semalam, sebagian besar titik sungai dan saluran air di wilayah barat maupun timur Kota Tangerang menunjukkan kenaikan status, bahkan ada yang sudah melimpah seperti di Jembatan Alamanda Periuk, Taman Cibodas, dan Puri Kartika Ciledug.
Taufik juga menegaskan, Pemkot Tangerang akan terus melakukan pemantauan secara berkala sebagai bagian dari langkah cepat memperkuat mitigasi banjir.
Ia mengingatkan, curah hujan diperkirakan akan tetap tinggi selama beberapa hari ke depan sehingga kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan.
“Kami berharap ketinggian muka air sungai dan saluran ini akan berangsur surut seiring berhentinya hujan, tetapi kami tetap mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mitigasi banjir melalui pemantauan secara berkala menggunakan aplikasi Si Pantau (Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai),” tuturnya.
Data dari Si Pantau yang dikelola Dinas PUPR Kota Tangerang secara real-time menunjukkan berbagai status ketinggian air di sejumlah titik. Beberapa di antaranya adalah Sungai Cirarab-Sarakan yang berstatus siaga dengan tinggi 1,64 meter, Situ Bulakan berstatus awas di kedalaman 2,21 meter, dan Kali Ledug Periuk yang juga berstatus awas di 2,97 meter.
Sementara untuk titik lainnya seperti Kali Ledug Alamanda, Kali Sabi-Pondok Arum, dan Kali Angke berstatus awas, dengan tinggi air masing-masing mencapai lebih dari 3 meter, menunjukkan potensi bahaya banjir yang perlu diwaspadai.
Selain itu, sejumlah titik lain seperti Saluran Pembuangan Mutiara Pluit Periuk, Saluran Pembuangan Cikoneng-Magnolia, dan Saluran Pembuangan Nusa Indah Karawaci menunjukkan status normal, tetapi tetap harus dipantau secara berkala. Beberapa lokasi lain seperti Kali Angke-Jembatan Polor dan Kali Wetan-Puri Kartika berstatus siaga, sementara titik-titik lain seperti Cipulir Estate dan Ciputat Pintu 3 menunjukkan status awas. (Red/Munjul)







