BagusNews.Co – Ketua Forum PAKSI API (Penyuluh Anti Korupsi dan Ahli Pembangun Integritas) Banten, Ratu Syafitri Muhayati, menegaskan pendidikan antikorupsi perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini dengan menjadikan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dalam membentuk karakter dan integritas.
Menurutnya, upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi harus diawali dengan pembentukan karakter yang kuat di lingkungan keluarga.
“Keluarga adalah madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, dan hidup sederhana harus dikenalkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa,” ungkap Ratu Syafitri Muhayati.
Selanjutnya, dirinya menuturkan, pendidikan antikorupsi bukan semata mengajarkan tentang pelanggaran hukum, melainkan membangun budaya integritas dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua memiliki peran strategis sebagai teladan dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anak.
“Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan di rumah. Ketika orang tua membiasakan bersikap jujur, menepati janji, menghargai hak orang lain, dan bertanggung jawab, maka secara tidak langsung mereka sedang mengajarkan pendidikan antikorupsi kepada anak-anaknya,” katanya.
Dikatakannya, pembentukan karakter antikorupsi juga membutuhkan dukungan lingkungan sosial yang sehat. Karena itu, kolaborasi antara keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun generasi yang berintegritas.
“Pendidikan antikorupsi tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah atau pemerintah. Semua pihak harus terlibat, dimulai dari keluarga, kemudian diperkuat oleh sekolah, lingkungan masyarakat, dan berbagai komunitas yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan karakter bangsa,” pungkasnya.(Red/Dede)







