Home / Daerah

Rabu, 26 Juni 2024 - 12:52 WIB

28 Kasus Stunting di Kecamatan Taktakan, Paling Banyak Kelurahan Cilowong

BagusNews.Co – Jumlah kasus stunting di Kecamatan Taktakan menurun dari angka sebelumnya 68 kasus stunting, kini menjadi 28 kasus.

Kepala Puskesmas Kecamatan Taktakan Yana Sutiayana mengatakan bahwa, penurunan kasus stunting tersebut setelah adanya intervensi penangan yang telah dilakukan oleh pihak.

Pertama adanya validasi data, kedua adanya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan yang ketiga edukasi keluarga beresiko stunting.

“Alhamdulillah setelah di intervensi jumlanya jadi menurun. Apa lagi tadi kata pak Pj Walikota, bahwa memang makanan gizi tambahan itu sangat penting, sehingga dapat mempengaruhi terhadap kesehatan anak-anak maupun ibu hamil,” katanya, Rabu, 26 Juni 2024.

Baca Juga :  Jumlah Wisnus Tujuan Kota Serang Januari 2026 Turun 11,88 Persen Secara M-to-M

Menurutnya, penyebab terjadinya stunting sangatlah begitu kompleks, mulai dari usia kehamilan yang kurang mengkonsumsi makanan bergizi, faktor ekonomi dan faktor lingkungan.

“Jadi memang sangat kompleks. Misalnya dari air kurang bersih biasanya menyebabkan salah satu penyakitnya diare pada ibu hamil, dan tadi itu kurangnya makanan bergizi,” ujarnya.

Meski begitu, Yana masih optimis untuk terus melakukan intervensi terhadap penanganan stunting diwilayahnya sampai nol.

“Insya Allah untuk penanganan kita akan berusaha ikhtiar mudah-mudahan apa yang kita laksanakan seperti edukasi, PMT dan lain sebagai mudah-mudahan tahun ini sampai nol atau zero lah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Walikota Serang Tegaskan Penyebab Utama Banjir di Banten Lama: Sungai Disulap Jadi Drainase

Ditempat yang sama, Ahli Gizi Kecamatan Taktakan Dewi mengungkapkan, Kelurahan yang paling banyak kasus stunting di Kecamatan Taktakan perhari ini yaitu Kelurahan Cilowong dimana ada tujuh belita yang terkena stunting.

“Mungkin yang paling banyak di Cilowong, tapi meskipun banyak kami akan terus berusaha untuk melakukan intervensi terhadap penanganan stunting di wilayah Taktakan,” katanya.(Red/Misbah)

Share :

Baca Juga

Daerah

Demi Revitalisasi Alun-alun Kota Serang, GOR Bulutangkis Bakal Dibongkar dan Direlokasi

Daerah

BPOM Banten Akan Kembangkan Industri Obat dan Makanan di Kota Serang

Daerah

Paska Banjir, PKS Kota Serang Lakukan Bersih-Bersih Masjid Agung Banten

Daerah

Pasca Pemilu, Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang Molor Hampir Dua Jam

Daerah

Pelebaran Jalan Boru-Palima Ditargetkan DPUPR Banten Rampung Tahun Ini

Daerah

Tingkatkan Ekonomi Keluarga, DP3AKKB Banten Gelar Pelatihan Tata Boga

Daerah

Indeks Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Banten Tertinggi Kedua di Pulau Jawa

Daerah

Ulama dan Tokoh Agama Dukung Andika dan Airin di Pilkada 2024