BagusNews.Co – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, menjelaskan konsep Alun-alun Kota Serang yang baru dan akan dilakukan revitalisasi mulai Mei 2026.
Demi mendukung proses tersebut, pihkanya akan melenyapkan gedung olah raga (GOR) bulutangkis Maulana Yusuf, dan merelokasikan ke kawasan Komplek Stadion Maulana Yusuf (MY), Ciceri, sebagai pusat olahraga.
Rencana pemindahan GOR bulutangkis ini diklaim sudah melalui proses kajian bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
”Jadi GOR yang ada kita akan hilangkan dipindahkan ke kawasan stadion. Jadi ruang lingkup untuk olahraga menjadi satu di sana. Itu sudah kita kaji dengan Dispora bahwa sebelum dilakukan pembangunan kita hentikan pembongkarannya dulu itu berdiri GOR nya yang ada di kawasan stadion,” jelas Iwan kepada wartawan, Selasa, 21 April 2026.
Sementara, eks lahan GOR bulutangkis Maulana Yusuf akan dialihfungsikan menjadi lahan parkir kendaraan bermotor.
”Kemudian kita akan buat lahan parkir di sana sebagai penunjang yang nantinya terdampak terhadap persoalan kawasan inti dari alun-alun, penunjang Royal Baroe dan sekitarnya,” terang dia.
Diperkirakan lahan parkir mampu menampung ribuan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.
”Kalau dari kajian kita motor itu kurang lebih mencapai di angka 500-1000. Mobil juga kurang lebih di angka 200-300,” ucapnya.
Ia menegaskan, proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang mencakup keseluruhan kawasan Alun-alun Kota Serang.
”Alun-alun barat dan timur. Semuanya. Di kawasan alun-alun barat dan di kawasan alun-alun timur itu akan kita coba untuk revitalisasi,” tegasnya.
Iwan menyebutkan, dalam revitalisasi Alun-alun ini ada satu daya tarik yakni perbaikan infrastruktur dan pembongkaran media jalan yang di lingkar luar Alun-alun.
Pembongkaran ini sudah berdasarkan analisa dampak lalu lintas dan rekomendasi, karena kondisi Alun-alun sebagai fasilitas publik. Di mana ada sekolah, RSUD Drajat Prawiranegara, perkantoran dan juga kegiatan perdagangan jasa seperti perhotelan dan lain sebagainya.
”Nah ini kajiannya adalah media jalan itu akan kita lakukan pembongkaran, itu terjadi penyempitan jalan, karena adanya satu perlintasan dan pertemuan di beberapa titik jalan dari beberapa titik jalan bertemu di sana. Apalagi pada saat jam sekolah dan keluar sekolah, sehingga jalur tersebut betul-betul lebar untuk bisa meminimalisir terjadinya kemacetan,” jelas Iwan. (Red/ Roy)







