BagusNews.Co – Sekolah Dasar Swasta (SDS) YPWKS IV Kota Cilegon terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan, dengan menyiapkan tenaga pengajar yang berkompeten untuk melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Menjelang tahun ajaran baru 2024/2025, SDS YPWKS IV Cilegon menggelar in house training tentang implementasi Kurikulum Merdeka berbasis data, pada Kamis 11 Juli 2024.
Kepala SDS YPWKS IV Cilegon, Tubagus Mauludin, mengatakan, pelatihan ini telah memasuki hari kedua dan diikuti oleh sejumlah guru bidang studi serta guru kelas.
“Ini sudah menjadi program sekolah, harapannya nanti dapat memperbaiki rapor mutu. Semula banyak kekurangan, tapi sekarang berkat kerjasama dengan BPMP dan terus melatih kompetensi maka rapor mutu menjadi lebih bagus, hijau semuanya,” kata Mauludin.
Senada, Lela Foni Sulistiowati, selaku Widia Prada dari BPMP Provinsi Banten, menyampaikan momen in house training ini sangat penting untuk menyamakan pemahaman di antara para guru. Dengan demikian, seluruh sekolah dapat memiliki pola pemikiran yang sama dan membentuk tim yang solid untuk melaksanakan P5.
“Dengan seringnya pembaruan panduan pembelajaran dan asesmen, serta panduan P5, guru dan siswa harus terus beradaptasi dan mencari informasi terkini untuk kesuksesan implementasi kurikulum merdeka,” ungkapnya.
Lela melanjutkan, pentingnya P5 dalam upaya memperkuat karakter dan keterampilan siswa seringkali disalahpahami.
“Selama ini, banyak terjadi miskonsepsi mengenai pelaksanaan P5. Oleh karena itu, penekanan perlu diberikan bahwa capaian akhir dari P5 adalah dimensi profil pelajar Pancasila itu sendiri,” bebernya.
Masih dikatakan Lela, proyek ini bertujuan mengembangkan kemampuan siswa seperti bernalar kritis, kreatif, mandiri, dan dimensi lainnya yang relevan dengan proyek yang diambil.
“Untuk jenjang SD, disarankan melaksanakan minimal dua hingga tiga tema proyek per tahun. Meskipun tidak ada batasan maksimal, dua hingga tiga proyek dianggap ideal untuk memastikan fokus dan pencapaian optimal,” ungkapnya.
Salah satu guru kelas, Ismi Rizqi Kamila mengungkapkan kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para guru.
“Hampir semua level menerapkan Kurikulum Merdeka. Untuk menyusun modul P5, dengan adanya pelatihan ini kita mengetahui apa saja yang disiapkan, seperti modul rapat akhir tahun. Banyak sekali ilmu yang didapatkan. Menentukan tema dan dimensi harus disesuaikan dengan kondisi sekolah karena proyek ini untuk jangka panjang. Biasanya penyesuaian tema dengan kondisi di sekolah merupakan kesulitan yang sering dihadapi,” ujar Ismi. (Red/Ris)







