BagusNews.Co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus berupaya memperkuat kerja sama antara berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga pangan serta ketersediaan bahan pokok.
Kerja sama yang solid, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat sangat diperlukan, terutama menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang akan datang.
Dalam konteks ini, penguatan sinergisme melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Serang menjadi sangat krusial.
Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Serang Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Zaldi Dhuhana.
Zaldi mengungkapkan bahwa menjelang Nataru, permintaan masyarakat terhadap bahan pokok dan layanan lainnya biasanya mengalami peningkatan.
Situasi ini sering kali dapat menyebabkan tekanan pada harga barang, distribusi, dan pasokan, yang berpotensi mempengaruhi inflasi.
“Oleh karena itu, inflasi menjadi tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat luas,” jelas Zaldi sebagaimana rilis yang diterima BagusNews.Co pada Selasa, 26 November 2024.
Zaldi juga menekankan bahwa momen akhir tahun biasanya terkait dengan aktivitas masyarakat yang meningkat, baik dalam hal konsumsi maupun mobilitas.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memicu tekanan pada harga bahan pokok dan kebutuhan penting lainnya.
“Apabila tidak diantisipasi dengan baik, dapat mempengaruhi tingkat inflasi di daerah kita,” tambahnya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang melalui TPID telah mengadakan rapat koordinasi untuk memperkuat sinergi dalam pengendalian inflasi, khususnya jelang Nataru.
Rapat tersebut diadakan pekan lalu di Kecamatan Anyer dengan tujuan untuk memperkuat kerja sama dengan semua stakeholders.
Zaldi menegaskan pentingnya sinergisme dan kolaborasi dalam pengendalian inflasi. Dia juga menekankan beberapa langkah strategis yang perlu diutamakan, seperti memastikan ketersediaan stok bahan pokok di pasar.
Selain itu, meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah, distributor, dan pelaku usaha, terutama saat menghadapi lonjakan permintaan.
Beberapa langkah yang direncanakan termasuk melancarkan distribusi barang ke pelosok, melakukan operasi pasar secara berkala, dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang belanja bijak untuk menghindari panic buying.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Serang Febrian Ripera menyebutkan, hingga November 2024, tingkat inflasi di Kabupaten Serang berada di kisaran 2,95 persen.
Namun, dia mengingatkan akan adanya potensi peningkatan inflasi menjelang Desember, berdasarkan tren yang sama dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan data dari Diskoumperindag Kabupaten Serang, beberapa harga komoditas strategis menunjukkan angka yang perlu diperhatikan.
Misalnya, harga beras medium sebesar Rp12.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp18.000 per liter, daging ayam ras Rp35.000 per kilogram, cabai merah Rp25.000 per kilogram, dan telur ayam boiler Rp26.000 per kilogram.
“Kenaikan harga pada beberapa komoditas di atas nantinya perlu menjadi perhatian kita semua agar daya beli masyarakat tetap terjaga, khususnya bagi kelompok rentan,” katanya.
Dengan berbagai langkah dan strategi yang telah disusun, Pemkab Serang berharap dapat menjaga stabilitas harga pangan dan keseimbangan ekonomi di daerah, terutama selama periode yang krusial ini. (Red/Dwi)







