BagusNews.Co – Tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian korban pencarian penumpang yang jatuh dari kapal KMP Athaya di perairan Selat Sunda.
Memasuki hari keempat, operasi pencarian tersebut melibatkan sejumlah instansi, termasuk Basarnas, Lanal Banten, Polairud, BPBD, ASDP, KSOP, KSKP, PBMM, dan Pramuka Peduli.
Korban yang dimaksud adalah Slamet (56), yang dilaporkan terjatuh dari kapal saat perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak pada Sabtu, 25 Januari 2025.
Dalam keterangannya, Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizki Dwianto menjelaskan, tim mengerahkan dua speed boat dari Basarnas dan Polairud untuk memperluas area pencarian.
“Operasi SAR akan berlangsung selama tujuh hari. Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal meski terkendala cuaca dan arus laut,” ujar Rizki pada Selasa, 28 Januari 2025.
Lebih lanjut, Rizki juga mengimbau kepada nelayan atau warga sekitar di pesisir pantai untuk melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Rizki Dwianto juga menambahkan bahwa mereka menerima laporan dari VTS Merak pada pukul 04.32 WIB.
Merespons laporan tersebut, tim rescue dikerahkan menggunakan RIB 02 Banten pada pukul 04.55 untuk melakukan pencarian lebih lanjut.
“Upaya pencarian masih terus dilakukan, dan pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap waspada selama perjalanan laut,” tegas Rizki.
Diketahui bahwa Slamet (56) dilaporkan terjatuh di perairan Merak, Banten, pada Sabtu, 25 Januari 2025 dini hari sekira pukul 01.00 WIB saat kapal berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.
Menurut saksi mata, Dwi Chandra Kurniawan, korban terjatuh ke laut, dan meskipun pihak kapal telah melakukan pencarian selama 30 menit, korban belum juga ditemukan. (Red/Dwi)







