BagusNews.Co – Agus M Tauchid meluncurkan buku barunya yang berjudul ‘Transformasi Pertanian di Provinsi Banten : Ketahanan Pangan dan Dinamika Kebijakan Pajale’ di Ruang Serba Guna Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sultan Ageng Tirtaya (Untirta) Banten pada Sabtu, 15 Februari 2025.
Dalam peluncuran buku karya Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten itu juga diiringi dengan kegiatan bedah buku oleh Guru Besar Sosiologi Untirta Suwaib Amiruddin dan Direktur Eksekutif PETANI CENTER Entang Sastraatmadja.
![]()
Agus M Tauchid mengatakan buku yang ditulisnya tersebut merupakan bentuk aktualisasi pengabdiannya sebagai birokrat dengan masa kerja sampai saat ini sudah mencapai 33 tahun, 17 tahun masa keraja sebagai Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten dan sisanya 16 tahun sebagai staf.
Ia juga menceritakan, pengalamannya sebagai abdi negara yang dimulai dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat dan dipekerjakan sebagai Kepala Cabang Dinas Pertanian di Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang dari tahun 1992 sampai menjadi Kasubdin Agribisnis tahun 2002.
“Pada tahun 2006, saya di mutasi sebagai Kabag Tata Usaha Distanak Provinsi Banten sampai promosi menjadi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Tahun 2008 hingga sekarang,” ungkap Agus M Tauchid, ditulis pada Senin 17 Februari 2025.
Dengan pengalaman yang secara linier dari sektor pertanian, pria yang mendapatkan gelar Doktor Administrasi Publik dari Universitas Padjajaran dengan Predikat Cumlaude tersebut memiliki keinginan untuk memberikan legacy sesuai dengan keailmuan dan keahlian yang dimilikinya.
“Saya lakukan riset ini dipenghujung akhir pengabdian sebagai PNS diharapkan bisa menjadi memori perjalanan pertanian di Provinsi Banten yang dikemas melalui riset akademis di Doktoral Administrasi Publik Universitas Padjajaran,” katanya.
Selanjutnya, ia menuturkan selama proses penulisan dirinya mendapatkam tantangan yang sangat luar biasa. Namun, hal tersebut menjadi pendorong untuk terus melanjutkan karyanya.
“Selama saya menulis buku ini, saya mendapatkan dukungan dari keluarga, mulai dari istri dan ketiga puteri saya, serta mendapatkan dukungan dari para staf yang memiliki militansi pengabdian tinggi,” imbuhnya.
Pria yang akan memasuki masa purna tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pad atahun 2026 itu juga berharap, dengan karyanya itu dapat menjadi sumbangsi pemikiran bagi generasi muda pada sektor pertanian.
“Pesan kepada generasi muda Banten adalah menjadi manusia yang paripurna dan menjadi sarjana yang sujana di masyarakat,” pungkasnya.(Red/Dede)







