Home / Daerah / Pendidikan

Senin, 17 Maret 2025 - 20:32 WIB

BEM FKIP Untara Gelar Diskusi Ramadan, Wadah Suara Mahasiswa dan Pelajar

Suasana diskusi bertajuk ‘Kajian Bulan Ramadan: dari Gelap Menuju Terang’ l Dok. Istmewa

Suasana diskusi bertajuk ‘Kajian Bulan Ramadan: dari Gelap Menuju Terang’ l Dok. Istmewa

BagusNews.Co – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tangerang Raya (BEM FKIP Untara) menggelar forum diskusi bertajuk ‘Kajian Bulan Ramadan: dari Gelap Menuju Terang’.

Acara yang digelar sebagai upaya mengisi bulan suci Ramadan itu berlangsung di Gedung Graha Pemuda, Pemkab Tangerang, dan menarik perhatian banyak kalangan.

Diskusi tersebut menghadirkan narasumber dari tiga organisasi mahasiswa, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Berbagai isu strategis yang tengah dihadapi Kabupaten Tangerang menjadi sorotan utama dalam forum ini. Isu-isu tersebut mencakup persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, serta kebijakan daerah yang memberikan dampak luas pada masyarakat.

Menariknya, forum ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, tetapi juga melibatkan siswa dari SMPN 3 Tigaraksa.

Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme generasi muda dalam memahami isu-isu daerah serta berpartisipasi dalam diskusi kritis yang membahas solusi bagi berbagai permasalahan.

Baca Juga :  Momentum Diesnatalis Ke 69, GMNI Serang Soroti Kenaikan Harga Sembako dan Inflasi Daerah

“Kami senang melihat banyak siswa yang ikut serta dalam forum ini. Ini membuktikan bahwa kesadaran terhadap isu-isu sosial tidak hanya terbatas pada mahasiswa, tetapi juga mulai tumbuh di kalangan pelajar,” ujar salah satu panitia acara.

Nurul Fahmi, Ketua BEM FKIP Untara, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan wadah bagi mahasiswa dan masyarakat untuk berani menyuarakan pendapat serta mencari solusi bagi permasalahan daerah.

“Kami ingin Ramadan ini menjadi momentum refleksi bagi kita semua, dari gelap menuju terang. Artinya, bagaimana kita bisa bersama-sama memahami dan menghadapi persoalan yang ada di Kabupaten Tangerang. Mahasiswa harus berada di garda terdepan dalam menyuarakan perubahan,” ungkapnya.

Ketua pelaksana acara, Rifky, juga menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa dan masyarakat terhadap kondisi daerah mereka.
“Harapan kami, setelah diskusi ini ada langkah konkret yang bisa dilakukan, baik dalam bentuk advokasi maupun gerakan sosial,” katanya.

Baca Juga :  Layani Pemudik 24 Jam, BPJS Kesehatan Buka Posko Mudik 2026 di 8 Titik Strategis

Forum ini mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta yang hadir. Dalam sesi diskusi, berbagai perspektif ditawarkan oleh narasumber dan peserta, menciptakan dialog yang dinamis dan penuh gagasan.

“Diskusi seperti ini penting karena membuka wawasan dan memberi pemahaman baru terkait isu-isu daerah,” ujar alah satu peserta mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

Sebagai penutup, acara ini diakhiri dengan buka puasa bersama, menciptakan suasana kebersamaan dan memperkuat tali silaturahmi di antara peserta.

Diharapkan, hasil dari diskusi ini dapat menjadi pemantik gerakan nyata dalam upaya membangun Kabupaten Tangerang yang lebih baik di masa depan. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Sidak ke Kompleks Pemda Cipocok, Yedi Rahmat: Perbaikan Drainase Setelah Pemilu

Daerah

Capaian UHC Provinsi Banten 99 Persen, Ini Kata Al Muktabar

Daerah

Ribuan Masyarakat Dan ASN Kota Serang Hadir Pelepasan Purna Tugas Walikota Serang

Daerah

Dekranasda Provinsi Banten Konsisten Tumbuhkan Wirausahawan Baru

Daerah

Dindikbud Kabupaten Serang Hanya Akan Perbaiki 20 Ruang Kelas Rusak Berat, Sisanya Minta Bantuan Pusat

Daerah

SKh Al-Mawaddah yang Didik 13 Siswa dan 2 Kelas untuk Murid Berkebutuhan Khusus

Daerah

Komisi X DPR RI Awasi Penerimaan Siswa Baru di Kota Serang

Daerah

KPU Kota Serang Larang Penggunaan Kenalpot Brong dan Libatkan Anak-Anak pada Kampanye Terbuka