BagusNews.Co – Sebanyak 125 orang tercatat sebagai peserta open trip relawan Andra-Dimyati (AnDim) Pulau Peucang, Kabupaten Pandeglang. Jumlah tersebut juga sekaligus menjadi pemecah rekor peserta open trip terbanyak.
Diketahui, kegiatan open trip relawan AnDim selama 3 hari, sejak 16 hingga 18 Mei 2025 tidak memiliki anggaran khusus kegiatan. Meski begitu, dengan semangat kebersamaan, kegiatan dapat terlaksana dengan jumlah peserta sebanyak 125 orang,
Ketua Panitia open trip relawan AnDim Pulau Peucang, Agus Yadi mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang mendukung hingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Saya sangat berterimakasih kepada seluruh pihak, khususnya Biro Umum Setda Banten dan Dinas Pariwisata Banten yang telah banyak membantu sampai acara berjalan dengan baik,” kata Agus Yadi dalam rilis yang diterima BagusNews, Minggu, 18 Mei 2025.
Yadi juga menyatakan dengan terlaksana acara tersebut, sekaligus menunjukan jika relawan AnDim memiliki kompetensi yang mumpuni, tentunya dengan keahlian yang dimiliki masing-masing.
“Saya bangga, karena relawan AnDim ini bukan relawan biasa, tetapi punya kompetensi yang mumpuni. Semoga kegiatan seperti ini kedepannya akan menjadi agenda rutin,” bebernya,
Senada, tokoh relawan AnDim Ucu Nur Arief Jauhar mengaku sangat bangga, meskipun kegiatan tersebut tidak memiliki anggaran, namun dapat terlaksana bahkan menjadi peserta terbanyak.
Ditempat yang sama, Direktur Bumi Kreatif Institute, Eko pramana putra mengatakan, pihaknya sebagai lembaga resmi dibawah Kementrian Pendidikan, bertugas memberikan pelatihan kepada seluruh peserta terkait peluang peluang industri ekonomi kreatif.
“E-kraf itu banyak pilihan, seperti fotografer, catering, dan lainnya. Itu dapat dikategorikan sebagai kemampuan dibidang industri ekonomi kreatif,” jelasnya.
Eko mengakui, jumlah peserta open trip relawan AnDim merupakan peserta terbanyak. Sebab, biasanya hanya 50 orang. Nantinya, lanjut Eko. Para peserta akan diberikan piagam penghargaan pelatihan ekonomi kreatif, untuk dinilai oleh Pemerintah Provinsi Banten.
“Untuk tindaklanjutnya, itu di ranan Provinsi. Biasa jadi jika memang ahli dibidangnya akan mendapatkan banyak manfaat di industri ekonomi kreatif,” jelasnya. (Red/Dede)







