BagusNews.Co – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamalludin mengatakan pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang menjadi mitra Pemprov Banten dalam Program Sekolah Gratis.
“Jadi terkait dengan sekolah gratis, kami juga sedang melakukan evaluasi,” ungkap Jamalludin kepada wartawan, ditulis Jumat, 23 Januari 2026.
Selain melakukan evaluasi, kata Jamalludin, Dindikbud Banten juga akan melakukan pendataan kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan pembenahan sarana dan prasarana pendidikan.
“Nanti kami akan mendata ulang sekolah-sekolah penerima manfaat sekolah gratis ini, mana saja sekolah yang mungkin perlu rehab sedang, rehab berat, atau juga perlu RKB dan sebagainya. Sehingga nanti kita usulkan untuk dibantu melalui revitalisasi kepada pemerintah pusat,” katanya.
Dikatakannya, pada tahun 2025 pemerintah pusat telah memberikan bantuan revitalisasi untuk sejumlah sekolah yang ada di Provinsi Banten, baik itu sekolah negeri maupun swasta.
“Artinya sekolah-sekolah swasta yang menerima manfaat dari sekolah gratis ini kita dorong dan usulkan. Misalnya sarprasnya tidak bagus, kita dorong untuk mendapatkan bantuan dari revitalisasi,” imbuhnya.
Meskidemikian, kata Jamalludin, pihaknya juga mendorong sekolah untuk dapat memperbaiki sarana dan prasarana yang berkategori ringan dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Kalau di BOS itu kaitannya dengan rehab ringan, artinya ketika itu misalnya hanya sekadar genteng bocor atau lantai tidak bagus. Itu bisa dilaksanakan melalui uang BOS atau uang sekolah gratis,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, Dindikbud Provinsi Banten mengusulkan 147 sekolah SMA/SMK untuk mendapatkam bantuan revitalisasi, sekolah tersebut baik negeri maupun swasta.
“Tahun ini kami mengusulkan 147 sekolah, untuk anggarannya nanti pemerintah pusat yang menentukan. Kami hanya mengusulkan nama-nama sekolahnya,” pungkasnya.(Red/Dede)







