BagusNews.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggelar Bazar Ramadan 1447 Hijriah yang akan diselenggarakan secara serentak di tujuh kecamatan pada 5 Maret 2026. Kegiatan ini diinisiasi untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok dan memastikan pasokan tetap tersedia selama Ramadan, sekaligus memperkuat solidaritas sosial antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan Bachtiar Priyambodo menjelaskan, agenda tahunan ini merupakan langkah strategis untuk menstabilkan harga bahan pokok yang cenderung mengalami kenaikan menjelang Ramadan.
Ia menambahkan, kegiatan ini dirancang agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dan akses yang lebih mudah.
“Kita upayakan ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dengan bazar ini, kami berharap daya beli masyarakat tetap stabil, dan kebutuhan pokok bisa terpenuhi dengan mudah,” ujar Bachtiar pada Selasa, 3 Maret 2026.
Selanjutnya, dirinya juga menyampaikan, kolaborasi dengan berbagai mitra usaha dan organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan bazar ini. Melalui kolaborasi tersebut, harga kebutuhan pokok di bazar biasanya lebih murah dibandingkan di pasar umum.
Bazar Ramadan 1447 Hijriah akan digelar di seluruh kantor kecamatan meliputi Serpong Utara, Setu, Ciputat Timur, Ciputat, Pondok Aren, Pamulang, dan Serpong, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan masyarakat diimbau membawa tas belanja sendiri. Selain itu, untuk memudahkan transaksi, pengunjung dapat melakukan pembayaran secara tunai maupun non-tunai melalui QRIS.
Menurut Bachtiar, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengendalian inflasi, tetapi juga sebagai wadah mempererat solidaritas sosial di bulan Ramadan.
“Ini menjadi salah satu bentuk kita menjaga kestabilan dari inflasi, dan tentunya kegiatan bazar ini akan memperkuat solidaritas sosial antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha dalam merayakan Ramadan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan bazar ini, tidak diterapkan sistem kupon. Masyarakat diharapkan melakukan pembelian secara secukupnya agar manfaat kegiatan ini dapat dirasakan oleh sebanyak-banyaknya warga.
Bachtiar menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi instrumen efektif dalam menjaga kestabilan harga dan memperkuat semangat kebersamaan selama bulan suci. (Red/Munjul)







