BagusNews.Co – Aksi warga Bangkonol yang memprotes pengelolaan sampah di TPA setempat kian memanas. Pemandu aksi, Yani, membongkar fakta di balik kekacauan tersebut, menyoroti ketidaksiapan pejabat dan operator.
Teatrikal aksi ini dipicu jawaban yang diterima warga dari UPTD dan operator. “Selentingan yang kami dengar, faktor utamanya tak ada BBM (bahan bakar minyak). Itu dugaan kami,” ungkap Yani kepada wartawan, Selasa, 7 April 2026.
Yani mengisahkan respons Kadis Lingkungan Hidup saat sosialisasi yang terlambat. “Ibu Kadis hanya bisa menangis untuk menghindari pertanyaan kami, lalu minta maaf. Ibu Dewi (Bupati) menyampaikan komitmen, tapi tak berbuah nyata,” tambahnya.
UPTD pun disebut linglung sebagai bawahan yang kebingungan. Sementara operator alat berat Beko siap bekerja 12 jam sehari, kendalanya sama: tak ada BBM. “Itu fakta yang amat ironis!” tegas Yani.
Warga menuntut Pemkab Pandeglang segera bertindak nyata, bukan janji kosong. Aksi ini menjadi sorotan bahwa pengelolaan sampah lokal saja masih jauh dari layak.(Red/Difeni)







