BagusNews.Co – Di balik kebijakan Program Sekolah Gratis yang kini dirasakan manfaatnya oleh puluhan ribu bahkan ratusan ribu pelajar di Provinsi Banten, tersimpan kisah masa kecil Gubernur Banten Andra Soni yang penuh perjuangan. Pengalaman hidup itulah yang kemudian menjadi alasan kuat lahirnya program yang membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Andra Soni mengungkapkan, dirinya pernah merasakan sulitnya menempuh pendidikan karena keterbatasan ekonomi keluarga. Sejak duduk di bangku SD hingga SMA, dirinya kerap menunggak pembayaran sekolah. Kondisi itu meninggalkan kenangan yang hingga kini masih teringat.
“Kenapa saya bikin program sekolah gratis, saya ini pernah merasakan sejak SD, SMP, dan SMA telat bayaran. Setiap telat bayaran pasti dipanggil TU (Tata Usaha). Kalau dipanggil TU selalu di jam pelajaran dan semua murid pasti tahu bahwa belum bayaran. Secara mental kita merasa sedih menghadapi permasalahan itu,” ungkap Andra Soni saat menceritakan pengalamannya.
Tak hanya itu, ketika hendak melanjutkan pendidikan, Andra Soni juga dihadapkan pada kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas. Andra Soni bercerita, orang tua dan kakaknya memintanya untuk bersekolah di sekolah negeri karena biaya sekolah swasta tidak mampu dijangkau oleh keluarganya.
Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya terhadap pentingnya pemerataan akses pendidikan. Menurut Andra Soni , tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena persoalan biaya.
Karena itu, saat dipercaya memimpin Provinsi Banten, Andra Soni ini menghadirkan Program Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta sebagai solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri sekaligus membantu keluarga yang tidak mampu membiayai pendidikan anaknya.
Andra Soni mengatakan, kondisi yang pernah dialaminya puluhan tahun lalu hingga kini masih dirasakan banyak keluarga di Banten. Setiap tahun jumlah lulusan SMP jauh lebih banyak dibandingkan daya tampung sekolah negeri, sehingga banyak siswa yang terancam tidak melanjutkan pendidikan.
“Tapi setiap permasalahan pasti ada jalan keluar, karena ada yang membimbing kita yaitu Yang Maha Kuasa, salah satunya melalui program sekolah gratis. Jadi anak-anak yang tidak keterima di sekolah yang dituju (sekolah negeri) itu ada alternatifnya di sekolah swasta,” katanya.
Program Sekolah Gratis yang kini memasuki tahun kedua diharapkan terus mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Menurut Andra, program tersebut bukan sekadar kebijakan pendidikan, tetapi ikhtiar menghadirkan keadilan agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.
“Program ini hadir agar tidak ada lagi anak-anak Banten yang kehilangan kesempatan melanjutkan sekolah hanya karena faktor ekonomi,” ujarnya.
Bagi Andra Soni, keberhasilan Program Sekolah Gratis tidak diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan pemerintah, melainkan dari semakin banyaknya anak-anak Banten yang dapat terus bersekolah dan menggapai cita-cita.
Ia juga mengajak para pelajar untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan yang dimiliki.
“Saat kita menyampaikan dan mengucapkan rasa syukur itu akan ditambahkan nikmatnya, sudah dapat sekolah gratis terus dapat makan bergizi gratis, mana tahu nanti kita dapat kuliah gratis. Karena kita pandai bersyukur,” pungkasnya.(Red/Dede)







