Menakar Pengaruh Globalisasi pada Penyiaran Lokal
Oleh: Sutisna
Industri penyiaran lokal berada di titik persimpangan yang sangat menentukan, di tengah era yang semakin tak terbatas dan terhubung secara global.
Globalisasi telah mengubah cara kita melihat dan menikmati siaran media. Saat ini konten media dapat diakses dari berbagai tempat dan dari berbagai negara.
Kemajuan ini tentu saja membawa tantangan tersendiri bagi industri penyiaran lokal. Penting bagi kita untuk mencermati dampak globalisasi terhadap industri penyiaran lokal.
Apakah globalisasi membahayakan penyiaran lokal atau membuka peluang baru? Pertanyaan ini akan membawa kita pada pemahaman baru tentang transformasi yang sedang dan akan terus berjalan ini.
Penulis mencoba melihat lebih jauh ke dalam dinamika globalisasi dan mencermati dampak terhadap industri penyiaran lokal.
Penulis mencoba mengurai mekanisme globalisasi, menganalisa bagaimana konten global memasuki pasar lokal, dan mempertimbangkan dampak budayanya.
Paradigma Baru dalam Era Globalisasi
Penyiaran lokal awalnya menghadapi sedikit persaingan dari luar negeri. Media massa, radio, dan stasiun televisi masih banyak yang mendominasi pasar dengan konten yang dikhususkan untuk masyarakat lokal.
Namun, dengan munculnya internet dan kemudahan mendapatkan informasi dari banyak negara, perbedaan antara konten lokal dan internasional semakin tidak jelas.
Paradigma penyiaran berubah karena globalisasi. Konten-konten luar negeri dapat diakses mudah secara langsung di ujung jari masyarakat, platform streaming seperti Netflix dan Amazon Prime Video menggugah tuntutan baru bagi industri penyiaran lokal, untuk tetap relevan dalam lingkungan yang semakin kompetitif dan terhubung secara global.
“Globalisasi telah membawa perubahan paradigma yang signifikan dalam industri penyiaran, terutama melalui runtuhnya batas-batas ruang dan waktu. Dalam konteks globalisasi, pengetahuan yang merupakan sumber daya utama dalam industri penyiaran, tidak lagi mengenal batasan geografis. Industri penyiaran mengalami perubahan paradigma di mana konten dapat diakses dan disebarkan secara global tanpa mengenal batasan geografis” (Richardus Eko Indrajit)
Namun, globalisasi bukan hanya mempermudah akses ke konten global, ini juga berkaitan dengan ide, nilai dan budaya yang terhubung antar berbagai kelompok masyarakat di seluruh dunia.
Meskipun globalisasi mendorong variasi budaya, ada kemungkinan akan ada industri yang dominan, seperti Hollywood yang telah berhasil mengendalikan pasar global.
Budaya dominan ini telah membawa perubahan pada ekspektasi masyarakat dalam menikmati konten media. Sehingga, produksi konten sering kali menyesuaikan dengan standar budaya dominan tersebut.
Bersaing dengan Platform Global
Industri penyiaran lokal juga harus bersaing dengan platform global selain soal citra dan konten. Raksasa digital seperti Google, Facebook, dan YouTube menawarkan platform distribusi konten video yang memadai, mengalihkan masyarakat (penonton) dari penyiaran tradisional ke konten digital yang lebih dinamis dan interaktif.
Beberapa stasiun televisi dan produsen konten lokal mungkin telah mencoba menawarkan konten mereka melalui platform streaming mereka sendiri.
Mereka seringkali menghadapi kekurangan sumber daya dan infrastruktur yang tak sebanding dengan pesaing global mereka, yang membuat sulit bagi industri penyiaran lokal untuk mempertahankan penonton di tengah dominasi platform global.
Namun, tidak semua aspek globalisasi harus dianggap berbahaya bagi konten dan industri penyiaran lokal. Ada juga peluang untuk kolaborasi antarbudaya yang dapat diperluas melalui konektivitas global.
Ini memberi industri penyiaran lokal kesempatan untuk bekerja sama menghasilkan konten yang bervariasi dan menarik.
Peluang untuk kolaborasi antarbudaya yang dapat diperluas melalui konektivitas global dapat ditemukan melalui penggunaan internet dan jejaring sosial, yang memungkinkan pertukaran dan kerja sama lintas batas. Kolaborasi antara komunitas, institusi, perusahaan, bisnis, pemerintah, dan organisasi lainnya dapat memperluas wawasan, memperkaya budaya dan memperkuat hubungan antarbudaya.
Pada akhirnya, perkembangan zaman selalu membawa dua dampak bersamaan, positif dan negatif. Karena itu, globalisasi harus direspon secara serius oleh indsutri penyiaran lokal. Mereka perlu mempertimbangkan cara terbaik untuk tetap relevan, inovatif, dan bertahan dalam menghadapi arus konten global yang semakin mendominasi.
Kota Serang, 21 Maret 2024
Penulis adalah Jurnalis Bagusnews.co dan Alumni Pascasarjana UIN SMH Banten







