Home / Daerah

Rabu, 3 April 2024 - 16:30 WIB

Panen Padi Varietas Biosalin, Pemprov Banten Akan Kembangkan di Seluruh Wilayah Pesisir 

BagusNews.Co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten akan mengembangkan pembenihan padi varietas Biosalin yang toleran pada air asin atau payau. Pemprov Banten akan melakukam uji multi lokasi pada sejumlah wilayah pesisir yang ada di Provinsi Banten.

“Hari ini kita melakukan panen Biosalin sekitar 5 hektar, kita akan memproduksi benih dan kita lakukan uji multi lokasi diwilayah pesisir baik itu bagian selatan maupun utara,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid usai mengikuti Panen Bersama Pembenihan Padi Varietas Biosalin Mendukung Peningkatan Produksi Pangan di Desa Curukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Rabu (3/4/2024).

Selanjutnya, Agus menyampaikan pihaknya akan melakukan uji multi lokasi pada musim kemarau. Lantaran akan memompa air payau selama proses tersebut.

“Kalau kita uji multi lokasi berhasil, akan kita patenkan biosalin model Banten, biosalin ini akan menolong khususnya di wilayah pesisir yang bermasalah dengan sumber airnya,” katanya.

Lebih lanjut, kata Agus, dengan mengembangkan varietas Biosalin tersebut dapat membantu para petani yang ada di pesisir dalam meningkatkan indeks Pertanaman (IP) mencapai 2 hingga 3 kali.Selama ini, petani di Curukcuk hanya bisa panen 1 kali dalam setahun.

“Kalau kita hitung dari pesisir utara wilayah kabupaten Tangerang sampai ke Cilegon itu ada sekitar 10.000 hektar sawah. Ini angka yang sangat potensial sekali. Jadi 10.000 hektar yang biasanya masa tanam satu kali, berarti ada peluang peningkatan produksi untuk kita optimalkan dengan Biosalin,” imbuhnya.

Baca Juga :  Perkuat SDM Unggul, Gubernur Andra Soni Gandeng JSIT Banten

Dengan potensi 10.000 hektar sawah pesisir tersebut, setidaknya dapat berpotensi menghasilkan 60.000 ton GKG atau 33.000 ton beras dengan menggunakan varietas biosalin tersebut. Ini belum termasuk wilayah pesisir selatan Kabupaten Pandeglang dan Lebak yang memiliki potensi sama seperti wilayah utara Banten.

Ia juga menuturkan, jika kedua potensi wilayah pesisir pantai utara dan selatan Baten disatukan. Maka terdapat potensi sekitar 20.000 hektar yang bisa ditungkatkan luas tambah tanamnya dari IP 100 menjadi IP 200 dan IP 300 dengan menggunakan benih Biosalin, dalam satu kali panen dapat menghasilhan minimal 120.000 ton GKG dan 60.000 ton beras.

Dikatannya, dengan Biosalin mampu menaikan Indeks Pertanaman menjadi IP 200 maka akan menghasilkan 240.000 ton GKG dan 120.000 ton beras. Sehingga diharapkan dengan hasil uji multi lokasi benih Biosalin di pesisir pantai utara dan selatan Banten ini dapat berhasil, dan ini akan mampu menjawab peningkatan luas tambah tanam di wilayah pesisir pantai utara dan selatan Banten sebagai inovasi biosalin Banten.

“Sekarang kami tetap memproduksi pembenihan serta menunggu uji multi lokasi pada beberapa wilayah dengan perlakuan pupuknya,” jelasnya.

Sementara, Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Banten Ismatul Hidayah menyampaikan, hingga saat ini terdapat 118 hektar sawah di Provinsi Banten yang melakukan penanaman varietas biosalin.

“Di Banten terdapat 118 hektar baik itu lebel ungu maupun biru, untuk lebel ungu itu bisa jadi benih lagi atau menjadi benih pokok untuk ditanam kembali sehingga menjadi lebel biru. Sedangkan untuk lebel biru itu sudah harus di konsumsi,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukungan Sejumlah Tokoh Agar RKUD Kabupaten Kota Ditempatkan Ke Bank Banten

Selanjutnya, Ismatul menuturkan dari 118 hektar sawah yang ditanami padi varietas biosalin, setidaknya hampir 50 hektar yang nantinya akan dijadikan sebagai benih kembali.

“Paling banyak itu di Kecamatan Tanara yang mencapai 50 hektar, untuk yang di Tanara itu lebelnya masih unggu,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, panen padi varietas Biosalin di Provinsi Bante telah dimulai pada Maret hingga bulan Juni 2024 yang akan datang.

“Maret sudah ada yang mulai panen. Di Ciruas 1 hektar dan disejumlah daerah lainnya. Panen ini nanti hingga Juni masih ada beberapa yang panen varitas biosalin,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Bioteknologi dan Sunberdaya Genetik Pertanian Arif Surahman, Peneliti Ahli Muda Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Rossa Yunita sebagai peneliti varietas biosalin pada saat di Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian Distan Provinsi Banten Saiful Bahri Maemun, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang serta tamu undangan yang lainnya.

Share :

Baca Juga

Daerah

Bersama KDEKS Banten, Pemkot Serang Akan Sulap Pasar Lama Jadi Wisata Kuliner Bersertifikat Halal

Daerah

Ratu Tatu Lepas Kloter Terakhir Jemaah Haji Asal Kabupaten Sera

Daerah

Sekda Cilegon Ajak Pelajar Jadi Pelopor Tertib Lalu Lintas

Daerah

HUT Ke-25 Provinsi Banten, Ketua Komisi I DPRD Soroti Pembenahan Birokrasi

Daerah

Jumlah Wisnus Tujuan Kota Serang Januari 2026 Turun 11,88 Persen Secara M-to-M

Daerah

Pj Gubernur Banten A Damenta: Pembongkaran Pagar Laut Instruksi Presiden Prabowo Subianto

Daerah

Peluncuran 80.000 Koperasi Merah Putih, Ranjeng Jadi Mockup Tingkat Nasional

Daerah

Kukuhkan Kepengurusan, Ketua IKAYASA Banten Harapkan Dapat Memberikan Kontribusi Dalam Pembangunan Daerah