BagusNews.Co – Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat menginstruksikan kepada Camat dan Lurah tidak hanya duduk di kursi kantor meminum kopi, akan tetapi harus proaktif turun ke lapangan melihat dan memastikan keadaan warga Kota Serang terutama pada persoalan data.
Demikian diungkapkan Yedi sebagai bentuk kekesalan saat meninjau rumah tidak layak huni (RTLH) milik Fiah, janda 54 tahun yang tidak pernah mendapatkan bantuan sosial, warga Kecacang RT 01/RW 06 Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pada Kamis, 30 Mei 2024.
“Karena yang tahu di lapangan itu kan ada Pak Camat, Lurah dan RT/RW termasuk juga kaitannya dengan pendataan. Maka segala persoalan di lapangan harus cepat tanggap, jangan sampai warga yang cukup dapat bantuan, tapi warga yang kesusahan tidak pernah mendapatkan bantuan itu harus dirubah. Artinya cara kerjanya jangan hanya duduk manis di ruangan,” ujar Yedi.
Ia mengatakan, persoalan data tentunya sangat penting, apalagi berkaitan dengan dengan taraf hidup masyarakat seperti yang dialami oleh ibu Fiah dengan kondisi rumah sangat mengkhawatirkan dan juga tidak pernah mendapatkan bantuan sosial.
Yedi mengaku, meskipun Kota Serang masih memiliki kekurangan anggaran, hal itu masih bisa diupayakan dengan beberapa langkah, baik koordinasi dengan pemerintah Provinsi ataupun Pusat.
“Ke depan Camat, Kelurahan sampai dengan tingkat RT/RW harus melihat dan mendata dengan jelas karena khawatir kayak Ibu Fiah lagi nanti, setelah ramai baru ada tindakan, tapi ketika enggak ramai biasa saja,” katanya.
Selanjutnya, Yedi berharap agar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kota Serang terutama Kecamatan dan Kelurahan harus proaktif dalam membangun komunikasi terkait persolan yang dihadapi oleh masyarakat di wilayahnya masing-masing.
“Mulai dari sekarang harus mulai dibenahi cara komunikasi pimpinannya. Dari mulai data penerimaan DTKS, data warga yang tidak mempunyai rumah dan itu harus kita sikapi secara bersama-sama harus turun ke lapangan,” tandasnya. (Red/Misbah)







