BagusNews.Co – Jaro Saija, sesepuh masyarakat Baduy di Kanekes angkat bicara menanggapi beredarnya surat dukungan terhadap Tia Rahmania, Caleg DPR RI di Dapil Banten 1. Menurutnya warga Baduy tidak berpolitik praktis sehingga jangan dibawa-bawa ke persoalan politik apalagi mengatasnamakan Baduy secara sepihak.
“Saya tidak tahu menahu soal mengatasnamakan (dukungan caleg) PDIP. Orang Baduy tidak ikut-ikutan politik,” kata Jaro Saija dalam sebuah video berdurasi 28 detik, pada Sabtu 15 Juni 2024..
Rekaman video keterangan Jaro Saija yang beredar di kalangan wartawan tersebut sekaligus memastikan bahwa tidak benar ada keterlibatan resmi masyarakat adat Baduy di dalam surat dukungan Caleg DPR RI yang dikirim ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Rabu (12/6) yang lalu.
Senada dengan Jaro Saija, Ayah Kemik, sesepuh Desa Kanekes menuturkan warga Baduy hanya berharap hidup aman dan tenteram. Tanpa harus diseret-seret urusan politik praktis.
“Jangan membawa-bawa orang Baduy ke urusan politik. Kami hanya bisa mendoakan semoga aman, uman, repeh, rapih dan loh jinawi. Urusan politik jangan dikait-kaitkan kepada orang Baduy,” ujarnya.
Sementara, Budayawan sekaligus pemerhati Baduy, Uday Syuhada berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi siapapun untuk tidak mengatasnamakan masyarakat adat guna ambisi politik pribadinya. Apalagi kata dia, ada indikasi pemalsuan tandatangan yang termasuk ke dalam tindak pidana.
Uday menyangkan adanya surat tersebut. Sebab isi surat tersebut menjadikan masyarakat adat sebagai objek politik praktis.
“Jangan jadikan Masyarakat Adat di Lebak sebagai obyek untuk kepentingan politik praktis, apalagi dengan cara membuat kebohongan publik,” pungkasnya.(Red/Dede)







