Home / Daerah

Selasa, 13 Juni 2023 - 20:50 WIB

TP PKK Provinsi Banten Bersama FK UI Gelar Workshop e-dasawisma

BagusNews.Co – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menggelar Workshop Administrasi PKK melalui e-dasawisma di Ruang Rapat 1 Gedung Negara Provinsi Banten Jl. Brigjen KH Syam’un No. 5 Kota Serang, Selasa (13/6/2023).

Aplikasi e-dasawisma merupakan program digital pendataan dalam penanganan stunting yang dikembangkan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Penjabat (Pj) Gubernur Banten mengatatakan PKK memiliki peran yang sangat strategis sebagai mutra kolaborasi, diantaranya dalam penangan stunting dan gizi buruk. Lantaran PKK memiliki akses hingga kerumah tangga.

“Kita optimalkan peran PKK dalam pembangunan Provinsi Banten,” ungkap Al Muktabar.

Dikatakan, Presiden Republik Joko Widodo menekankan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem secara bertahap. Pemerintah Provinsi Banten berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam percepatan penanganan stunting.

“Semua pihak menyatakan mendukung penanganan stunting dan gizi buruk serta kemiskinan ekstrem. Dengan kerja bersama dan gotong royong, penanganan stunting hasilnya akan optimal,” ungkap Al Muktabar.

“Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada segenap kader PKK atas segala dedikasi dalam rangka Pemerintah hadir pada penanganan stunting,” tambahnya..

Masih menurut Al Muktabar, angka stunting di Provinsi Banten turun 4,5 persen. Dalam waktu dekat juga akan dilakukan survei kembali. Hak itu untuk mengukur kembali terhadap program dan langkah-langkah yang dilaksanakan dalam penanganan stunting.

Baca Juga :  Syafrudin Kukuhkan Forum Anak Kota Serang

Dijelaskan, data akurat itu sangat penting. Melalui aplikasi e-dasawisma, para kader PKK akan mencatat untuk kerangka kerja dalam penanganan stunting dari mana ke mana serta siapa berbuat apa. Melalui input data itu, pihaknya benar-benar tahu apa yang terjadi di masyarakat serta bisa menjadi latar belakang kebijakan.

“Aplikasi ini bisa menjadi dasar pengambilan keputusan. Data yang baik akan melahirkan kebijakan dan kerangka kerja yang tepat. E-dasawisma memperkuat basis data kita dalam menangani stunting,” tegas Al Muktabar.

“Semoga ini bagian dari kerangka kerja konstruktif yang hasilnya akan luar biasa. Penanganan stunting kita dekati secara menyeluruh,” tambahnya..
.
Masih menurut Al Muktabar, Pemprov Banten fokus dengan segala kelembagaan, bergotong-royong dalam menangani stunting. Menggiatkan penanganan stunting untuk memaksimal bonus demografi bangsa Indonesia, membangun generasi muda Indonesia

“Ini juga bagian dari ibadah kita. Semoga mendapat pahala dari Allah SWT. Penanganan stunting harus kita sikapi dengan bahagia, karena ini bagian dari ibadah,” tambahnya.

“Banten Maju, Indonesia Maju,” pungkas Al Muktabar.

Baca Juga :  SERUNI Kabinet Merah Putih Akan Kunjungi Kota Serang

Dalam laporannya, Ketua Panitia yang merupakan Plt Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten Usman Asshiddiqi Qohara mengungkapkan, workshop untuk meningkatkan pengelolaan administrasi PKK melalui e-dasawisma sehingga kehadiran PKK dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Bagian dari percepatan penanganan stunting di Provinsi Banten. Melalui aplikasi ini diharapkan lebih mempermudah dan mempercepat penanganan administrasi,” ungkapnya.

Masih menurut Usman, workshop diikuti oleh 400 orang kader PKK Provinsi Banten yang terbagi dalam dua (2) sesi serta terakses secara online oleh para kader PKK. Dengan narasumber dr Ali Lamury dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Sebagai informasi, seperti yang dipaparkan Ketua TP PKK Provinsi Banten Tine Al Muktabar, pihaknya berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengembangakan aplikasi e-dasawisma. Memodifikasi konsep dasawisma yang telah alam diaplikasikan dalam pemberdayaan kesejahteraan keluarga untuk penanganan stunting.

Dijelaskan, seorang kader PKK akan mendampingi 10 keluarga dengan anak stunting. Dalam aplikasi ini nantinya anak stunting terdata by name by address, perkembangan, langkah-langkah intervensi atau penanganan yang telah dilakukan akan tercatat berikut parameternya. Sehingga bila langkah penanganan yang dilakukan dalam kurun waktu yang ditargetkan kurang efektif bisa dilakukan penanganan secara lebih spesifik.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Antisipasi Banjir dan Longsor, Banten Masuk Zona Siaga Bencana hingga Maret 2026

Daerah

Al Muktabar Minta Masyarakat Tetap Waspada  Terhadap Cuaca Ekstream

Daerah

Jumlah Perjalanan Wisnus Tujuan Banten Terus Alami Penurunan Selama 3 Bulan Terakhir

Daerah

Tiga Dosen Unsera Beri Pelatihan Digital Bagi Anggota Serikat Pekerja

Daerah

HUT Banten Ke 22 Tahun, Ganjar Pranowo : Meski Masih Berusia Muda, Tapi Menyimpan Banyak Sejarah Indonesia

Daerah

Hari Bakti PU 2022, Dinas PUPR Banten Sigap Membangun Negeri

Daerah

Miliki Peta Jalan yang Jelas, PLN Dinilai Terdepan Dalam Transisi Energi

Daerah

Tingkatkan Keselamatan Masyarakat, Andra Soni Percepat Perbaikan Ruas Jalan Maja-Citeras dan Maja–Cisoka-Tigaraksa