BagusNews.Co – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), Dodi Prasetya Azhari menilai sosok Prabowo Subianto merupakan Bakal Calon Presiden yang memiliki gagasan dan dapat membawa Indonesia ke arah lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Dodi usai dirinya bersama jajaran DPP ARUN melakukan kunjungan silaturahmi ke Rumah Besar Relawan Prabowo Subianto di bilangan Kemanggisan, Jakarta Barat, Senin (10/7/2023).
Kunjungan tersebut bagian dari salah satu langkah awal komunikasi sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemenangan Prabowo sebagai Calon Presiden 2024.
Dodi yang juga Bacaleg dari Partai Gerindra untuk DPRD Tingkat II Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itupun mengatakan keunggulan Prabowo bukan hanya gagasan, melainkan sosok yang sangat nasionalis-religius serta tegas dalam mengambil keputusan untuk kebaikan seluruh rakyat Indonesia.
“Prabowo merupakan pemimpin yang mampu mengkombinasikan antara the man of action dan the man of intellect,” ungkap Dodi, Selasa (11/7/2023).
Menurutnya, Prabowo merupakan figur yang tepat memimpin bangsa Indonesia menjadi lebih sejahtera.
“Kepemimpinan Prabowo menjadi urgensi kepemimpinan Indonesia masa depan. Bangsa ini membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kapasitas dan seni kepemimpinan yang mampu menjadikan Indonesia disegani dalam pergaulan komunitas internasional,” katanya
“Yang semua itu sejatinya berpijak pada amanat UUD 1945 dan Pancasila. Dan akan berujung pada terakomodirnya kepentingan nasional (national interest),” sambungnya.
Selanjutnya, Dodi menjelaskan, Prabowo Subianto merupakan sosok yang telah memiliki gagasan untuk menentukan arah Indonesia kedepan.
Hal itu terlihat dari salah satunya dari buku karya Prabowo Subianto yang berjudul Paradox Indonesia yang banyak menyampaikan tentang visi, misi, serta gagasan mengenai Indonesia adil dan makmur.
“Langkah kunjungan ini telah menjadi kesepakatan di tubuh Internal ARUN, hal ini dikarenakan adanya kesamaan gagasan terhadap gagasan yang selalu disampaikan oleh Pak Prabowo secara konsisten, serta ada kesamaan nilai soal kebangsaan maupun dalam soal politik,” tandasnya.(Red/Dede)







