BagusNews.Co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melakukan upaya dalam meningkatkan capaian realisasi investasi pada tahun 2023. Oleh karena itu, Pemprov Banten mengajak masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga situasi iklim investasi yang selama ini telah berjalan dengan baik.
Demikian hal tersebut disampaikan Fungsional Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Pengendalian Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Ikhsan Budiantara dalam Diskusi Kamisan Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten di Plaza Aspirasi, KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (14/9/2023).
“Kondusifitas daerah maupun nasional sangat penting dalam menjaga iklim investasi baik di daerah maupun nasional,” ungkapnya.
Selanjutnya, Ikhsan menyampaikan hingga semester satu (1) tahun 2023, realisasi investasi di Provinsi Banten telah mencapai Rp 50,6 triliun, terdiri dari realisasi investasi triwulan pertama sebesar Rp 25,7 triliun dan triwulan kedua sebesar Rp 24,9 triliun.
Dikatakannya, pada triwulan kedua realisasi investasi di Provinsi Banten didominasi dari sektor investasi Penanam Modal Asing (PMA) sebesar 20,6 persen atau Rp17,09 triliun sedangkan untuk Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 4,7 persen atau Rp7,80 triliun.
“Dari jumlah itu, serapan tenaga kerja yang dilakukan mencapai 30.291 orang,” katanya.
Selain itu, Ikhsan menuturkan realisasi pada triwulan kedua tersebut berdasarkan wilayahnya, Kabupaten Tangerang menjadi terbesar yang mencapai Rp 9,85 triliun atau 39,60 persen. Kemudian Kota Cilegon Rp 8,16 triliun atau 32,81 persen. Lalu Kabupaten Serang Rp 2,46 triliun atau 9,91 persen. Selanjutnya disusul oleh Kota Tangerang Rp 2,21 triliun atau 8,88 persen, lalu Kota Tangsel Rp 1,8 triliun atau 7,26 persen.
Kemudian diikuti oleh Kabupaten Pandeglang Rp 220 miliar atau 0,88 persen, Kota Serang Rp106 miliar atau 0,43 persen dan yang terakhir Kabupaten Lebak sebesar Rp57,12 miliar atau 0,32 persen.
Sedangkan, kata Ikhsan, berdasarkan sektor industri pada realisasi investasi Provinsi Banten di triwulan kedua tahun 2023 , yang paling tertinggi sektor industri kimia dan farmasi yang mencapai Rp6,50 triliun atau 26,50 persen, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencapai Rp6,20 triliun atau 24,92 persen.
Selanjutnya diikuti pada sektor listrik, gas dan air sebesar Rp2,30 triliun atau 9,24 persen. Kemudian industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan Rp2,57 triliun atau 10,03 persen dan yang kelima industri makanan sebesar Rp2,18 triliun atau 8, 51 persen.
“Pada semerter satu (1) ini cukup besar karena dampak salah satunya dari laporan para pelaku UKM,” imbuhnya.
“”Maka dari itu saya yakim terget investasi tahun ini dapat tercapai, terlebih pada siklus tiwulan ketiga biasanya akan ada lonjakan investasi,” sambungnya.
Sementara, Plt Kepala Biro Adpimpro Setda Provinsi Banten Beni Ismail menyampaikan peningkatan investasi merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo dalam Reformasi Birokrasi Tematik, selain dari pengendaliam kemiskiman ekstream dan program prioritas lainnya seperti penangan stunting dan Bangga Buatan Indonesia.
“Realisasi Investasi di Provinsi Banten ini menjadi hal yang dibanggakan, karena semester satu tahun 2023 ini kita masuk dalam 5 investasi terbaik dan capaiannya sudah Rp 50,6 T,” ujarnya.
Sedangkan, Ketua Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten Deni Saprowi berharap Pemprov Banten dapat mendorong kepada investor untuk dapat mengedepankan investasi yang ramah lingkungan dan memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar.
“Jangan sampai Banten menjadi tempat rebutan untuk melakukan investasi, tetapi setelah itu mendapatkan masalah baru diantaranya permasalahan lingkungan dan lainnya. Kami tidak ingin hal itu terjadi,” pungkasnya.







