Home / Daerah

Senin, 8 Januari 2024 - 13:27 WIB

Kunjungan Jokowi di Kabupaten Serang, Ingatkan Kades untuk Bijak Belanjakan Dana Desa

Presiden Jokowi Lakukan Kunjungan Kerja  di Desa Margagiri Kabupaten Serang | Istimewa

Presiden Jokowi Lakukan Kunjungan Kerja di Desa Margagiri Kabupaten Serang | Istimewa

BagusNews.Co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada seluruh kepala desa (kades) untuk membelanjakan dana desa secara bijak.

Pesan tersebut terungkap saat Presiden Jokowi berkunjung ke Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang, Senin 8 Januari 2024.

Dalam kunjungan tersebut Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Jokowi mengatakan, total dana desa yang disalurkan pemerintah pusat sejak 2015 mencapai Rp539 triliun dan penggunaannya pun senantiasa diawasi.

Untuk itu, ia mengingatkan para kades, khususnya di Kabupaten Serang untuk mengelola dana desa secara baik dan tidak sembarangan.

“Kita tahu selama sudah sembilan tahun dana desa yang dikucurkan ke desa sudah Rp539 triliun. Hati-hati, ini uang tidak kecil, 539 triliun itu bukan uang kecil tapi sangat besar sekali.,” kata Jokowi dalam sambutannya saat kunjungan di Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang.

Baca Juga :  Madrasah Ma'had Nurul Najmi Cetak Generasi Kreatif dan Inovatif

Jokowi juga menyebutkan bahwa dana desa yang mencapai Rp539 triliun telah dikucurkan ke 75 ribu desa di seluruh Indonesia.

Ia berharap, dana desa harus menjadi barang, dan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat desa.

“Dan sudah berkali kali disampaikan kalau dana desa sudah cair, sudah ada rencana kegiatan agar pembelian barang dilakukan di sekitar desa saja maksimal naik ke kecamatan,” kata Jokowi.

Dengan begitu, lanjut Jokowi, dana desa menjadi selalu berputar di desa. Misal, dana desa yang dikucurkan Rp1,5 miliar maka diusahakan berputar di desa maksimal di kecamatan.

Baca Juga :  Hari Kedua Pencarian Anak Tenggelam di Sungai Ciujung, Korban Belum Ditemukan

“Jadi tiap tahun ada pertambahan perputaran uang di desa. Beli bata, pasir, semen di desa, kalau barangnya benar benar gak ada baru masuk kota supaya uang gak kembali ke kota,” tuturnya.

Ia menegaskan, sekalipun harga beli barang di desa dan kota terpaut 5-15 persen, itu tidak menjadi masalah, yang penting perputaran uangnya ada di desa.

“Uang yang masuk ke desa jadi sesuatu di desa, bisa triger produktivitas produksi di desa,” katanya.

Hal itu, menurutnya, penting untuk disampaikan agar seluruh pemerintah desa termotivasi sebab nominal dana desa perlu ditingkatkan.

“Dengan catatan, dikelola dengan baik, akuntabilitas baik. Kalau awur-awuran, hati-hati ada yang mengawasi. Jangan awur-awuran merasa tidak diawasi, padahal diawasi,” pungkasnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

DP2KBP3A Pandeglang Siapkan Piagam Komitmen Delapan Fungsi Keluarga

Daerah

Jawara Mobile Sebagai Tonggak Awal Transformasi Layanan Digital Bank Banten

Daerah

Hari Kartini 2026, Bupati Pandeglang Dorong Perempuan Bersinar dan Maju

Daerah

Rapat Paripurna Molor Hingga Dua Jam, Ini Kata Ketua DPRD Kota Serang

Daerah

Berhasil Turunkan Stunting, Pemkab Serang Borong 9 Penghargaan
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo saat menerangkan tentang program mudik Lebaran gratis yang digelar Pemprov Banten.

Daerah

Pemprov Banten Gelar Program Mudik Lebaran Gratis, Segini Kuotanya

Daerah

DPRD Banten Minta Mudik Dipersiapkan Matang

Daerah

Langkah Adaptasi terhadap Kebijakan Pusat, Pemkab Serang Tinjau Kembali RTRW