Home / Daerah

Selasa, 3 Oktober 2023 - 22:51 WIB

Jelang HUT Banten, Ribuan Warga Kota Serang Alami Krisis Air Bersih

BagusNews.Co – Provinsi Banten akan genap berusia 23 tahun pada 4 Oktober 2023. Namun ribuan warga Kota Serang selaku ibukota Provinsi Banten justru mengalami krisis air bersih lebih dari dua bulan.

Dari enam kecamatan yang ada di Kota Serang, lima kecamatan diantaranya telah mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, jumlah wilayah yang terdampak kekeringan ada di lima Kecamatan yaitu, Kasemen, Taktakan, Walantaka, Serang dan Cipocok Jaya.

“Jumlah kelurahan yang terdampak ada 12 Kelurahan yaitu, Terumbu, Mesjid Priyayi, Bendung, Sawah Luhur, Margaluyu, Cibendung , Teritih, Kilasah, Sukawana, Banjar Agung , Banjar Sari dan Banten,” kata Diat kepada wartawan, usai menghadiri Rapat Forkopimda, Selasa, 3 Oktober 2023.

Diat menyebutkan, ada 35 titik lingkungan yang telah mengalami krisis air bersih, diantaranya 28 titik di Kecamatan Kasemen, satu titik di Kecamatan Serang, Kecamatan Walantaka satu titik, tiga titik di Kecamatan Taktakan dan dua titik di Kecamatan Cipocok jaya.

Baca Juga :  Kemarau Panjang, Warga Kasemen Darurat Air Bersih

“Rekapitulasi kejadian bencana kekeringan dan krisis air bersih di lingkungan, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen ada 100 keluarga yang terdampak. Di lingkungan Sukawali, Keluruhan Mesjid Priyayi Kecamatan Kasemen 322 keluarga,” ujarnya.

Lanjut dikatakan Diat, di Lingkungan Babadan, Kelurahan Terumbu Kecamatan Kasemen ada 70 keluarga yang terdampak. Lingkungan Bendung Kelurahan Bendung, 115 keluarga, Lingkungan Lamaran, Kelurahan Bendung ada 200 keluarga.

Di Lingkungan Kecacang, Kelurahan Sawah Luhur, ada 201 keluarga yang terdampak, Komplek Persada 450 keluarga. Di linkungan Terwana Cilik, Kel. Mesjid Priyayi Kec. Kasemen 106 keluarga.

Sementara itu, di Lingkungan Sinaba Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, ada 112 keluarga. Lingkungan Suci Kelurahan Terumbu, ada 200 keluarga.

“Lingkungan Kali Salak, Kelurahan Sukawana ada 350 keluarga yang terdampak, di lingkungan Kalipangpang, Kelurahan Kilasah Kecamatan Kasemen, ada 488 keluarga yang terdampak, di Ciwaru Kelurahan Banjar Agung Kec. Cipocok Jaya ada 275 keluarga dan di Kebon Lama Kelurahan Sawah Luhur Kec. Kasemen ada 258 keluarga,” bebernya.

Baca Juga :  Realisasi Pajak Banten Telah Mencapai 66,69 Persen dari Target Rp 7,9 Triliun

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kota Serang Nanang Saefudin menuturkan, Pemkot Serang akan terus mengoptimalkan penyaluran air bersih setiap hari ke beberapa titik kekeringan.

“Di samping itu, kita juga bekerjasama dan berkolaborasi dengan instansi vertikal seperti Kepolisian dan lain-lain, untuk membangun sumur yang nanti kita pergunakan untuk masyarakat terdampak kekeringan air bersih,” katanya.

Pada saat ditanya oleh wartawan terkait pemberlakuan status tanggap darurat kekeringan, Nanang mengatakan akan segera menggelar rapat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Serang.

“Kita sudah rapat internal dengan beberapa OPD dan nanti kita akan bahas di rapat forkopimda secepatnya dan kita akan jadwalkan rapatnya,” bebernya. (Red/Misbah)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bank Banten Gelar RUPS LB, Gubernur Andra Soni Tekankan Penguatan Stabilitas dan Kinerja

Daerah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Salurkan Bantuan UEP Untuk Mendorong Usaha Masyarakat Berkembang

Daerah

Masuk 5 Besar Secara Nasional di Triwulan III, Investasi di Provinsi Banten Tembus Rp25,19 Triliun

Daerah

Kemarau Panjang, Warga Kasemen Darurat Air Bersih

Daerah

Fraksi Gerindra DPRD Banten Komitmen Kawal Program Sekolah Gratis

Daerah

Tingkatkan Pelayanan Keamanan, Polresta Tangerang Lakukan Regenerasi Kepemimpinan

Daerah

Siaga Kelistrikan, PLN Siap Sukseskan Rangkaian HUT ke-78 RI dengan Kualitas Listrik Terbaik

Daerah

Banten Rawan Gempa, BPBD Imbau Masyarakat Kenali Mitigasi Bencana