BagusNews.Co – Pemerintah Kota Serang bersama United States Agency for International Development (USAID) ERAT gelar lokakarya penyusunan matadata statistik terhadap satu data Kota Serang, yang di laksanakan di Aula Bank BJB, Selasa, 6 Februari 2024.
Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, USAID ERAT merupakan lembaga bantuan pemerintah Amerika Serikat melalui kerjasama pemerintah Indonesia dalam rangka menjunjung tinggi prinsip pengelolaan pemerintahan yang Good Governance.
“Salah satu hal yang sangat krusiala adalah masalah data, karena kita sering anomali terhadap data antara sesama OPD,” katanya.
Nanang menuturkan, dalam pengelolaan data tentunya sangat tidak mudah. Sebab, sangat mahal dan sangat panjang prosesnya.
“Karena membangun data memang ini sebetulnya sangatlah repot melalui proses dan terkesan mahal. Tapi lebih mahal lagi kalau membangun tanpa data,” tuturnya.
Nanang menjelaskan bahwa, berjalannya pemerintahan yang baik tentunya harus di ukur dari sejauh mana pembangun itu berdasarkan data yang bisa di jadikan rumus untuk menyusun kebijakan pemerintah kedepan.
“Misalnya berapa jumlah stunting, berapa jumlah UMKM kita, berapa jumlah anak sekolah yang palid. Nah, atas dasar itu pemerintah daerah melalui Kominfo bekeejsama dengan USAID ERAT, serta melibatkan beberapa OPD terkait agar sama menyusun mekanisme data Kota Serang,” jelasnya.
Nanang mengaku, USAID ERAT telah memberikan penilaian yang sangat positif terhadap data yang di kelola Pemkot Serang.
“Karena sesungguhnya data itu di verifikasi, bahkan USAID ERAT menilai Kota Serang bisa di jadikan sebagai model bagi kabupaten/kota yang lain. Walaupun kita mengakui bahwa data kita belum sempurna juga. Tapi kita sedang dalam proses karena kita tidak menganggap bahwa data kita bagus,” ucapnya.
Terkahir, Nanang berharap dengan adanya program satu data Indonesia atau satu data Kota Serang di harapkan strategi pembangunan Kota Serang bisa lebih efektif dan lebih tepat sasaran.
“Terutama komitmen dari pimpinan. Karena data ini menjadi penting dalam rangka pengambilan kebijakan agar tidak salah kebijakan,” pungkasnya.(Red/Misbah)







