BagusNews.Co – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menargetkan bahwa dalam 10 tahun ke depan, Kabupaten Serang akan menjadi smart city atau kota cerdas.
Tatu menuturkan bahwa setidaknya ada 6 kriteria yang harus dipenuhi dalam mewujudkan smart city di Kabupaten Serang.
“Smart city ini ada 6 yang harus kita lakukan mulai dari smart government, smart branding, smart economy, smart living kemudian smart society dan smart environment,” ujar Tatu usai menghadiri acara Perencanaan Pembangunan Smart City Tahap I Pemerintah Kabupaten Serang di aula Tb. Suwandi, Rabu, 5 Juni 2024.
Lebih lanjut, Tatu mengatakan, konsep pembentukan smart city juga turut melibatkan beberapa unsur baik dari pemerintah, masyarakat, hingga media.
“Seperti yang sering say katakan, dibutuhkan pentahelix dalam pembangunan daerah. Seperti, unsur pemerintah, unsur dunia usaha, akademisi kemudian masyarakat itu yang terpenting dan teman-teman media,” ujarnya.
Menurut Tatu, dalam konsep smart city dan karena masyarakat saat ini sangat familier dengan teknologi digital, maka peningkatan pelayanan pun mau tidak mau pelayanan pun harus melalui digitalisasi.
Tatu juga mengungkapkan, konsep smart city akan dibuat dalam beberapa tahap dan harus tercapai dalam jangka waktu 10 tahun.
“Ini kan empat tahap dalam tengang waktu 10 tahun itu sudah berhasil,” kata dia
Menurutnya, pemerintah akan membuat sebuah pilot project yang akan disiapkan di masing-masing kecamatan.
Disinggung soal contoh smart living, Tatu mengaku di Kabupaten Serang saat ini belum ada.
“Kabupaten Serang ini terbagi dalam lima zona di 29 kecamatan. Kita akan membuat pilot project-nya di setiap dapil satu per kecamatan. Belum, kita target dulu di kecamatan yang merupakan perkotaan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Tatu mengaku bersyukur karena Kabupaten Serang berkesempatan menerima bimbingan teknis mengenai konsep smart city dari Kemenkominfo RI.
“Alhamdulillah, Kabupaten Serang mendapatkan bimbingan teknis dari kementerian Kemenkominfo Republik Indonesia,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Haerofiatna mengatakan, penerapan konsep smart city ini untuk kebermanfaatan orang banyak, khususnya masyarakat kabupaten Serang.
“Kabupaten Serang ini luar biasa 29 kecamatan, kita jadikan satu, ya tadi itu untuk menjadi smart people dan menjadi smart city kan harus melalui kajian yang baik,” ujarnya.
Terkait tahapan yang saat ini dilakukan untuk mewujudkan smart city di Kabupaten Serang, ia mengaku, saat ini masih dalam tahap kajian bersama di Pemkab Serang.
“Pertama dari visi misinya dulu kemudian turun ke regulasi dan disandingkan dengan RPJMD sampai nanti benang merahnya ketemu di mana kekhasan Kabupaten Serang,” pungkasnya. (Red/Dwi)







