BagusNews.Co – Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengajak seluruh pelajar untuk menanamkan dan menimba ilmu secara sungguh-sungguh, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan formal.
Menurutnya, investasi terbaik adalah ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
Seruan ini disampaikan saat membuka acara Kick Off Dies Natalis XXXVII Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur sekaligus Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat SMA, SMK, MA, dan pondok pesantren se-Kabupaten Pandeglang, yang berlangsung di kampus STAI Syekh Manshur pada Rabu, 10 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Iing juga menegaskan bahwa para siswa dan siswi harus belajar dengan fokus dan serius agar dapat mengoptimalkan investasi di masa depan.
“Saya berharap seluruh siswa dan siswi benar-benar serius dalam belajar, baik dalam bidang ilmu agama maupun ilmu formal. Karena investasi terbesar adalah ilmu yang dapat mengangkat martabat dan derajat manusia, baik di dunia maupun di akhirat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam membina generasi muda agar memiliki akhlak mulia dan karakter religius.
“Acara ini bukan sekadar perlombaan, melainkan juga sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, mengingat Pandeglang dikenal sebagai kota sejuta santri dan seribu ulama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati mengingatkan pentingnya mengangkat syiar Islam melalui kegiatan MTQ agar identitas religius Pandeglang tidak hanya menjadi slogan semata, tetapi mampu terwujud dalam kehidupan nyata.
“Mari kita terus aplikasikan syiar Islam dengan mencintai Al-Qur’an, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga ke kampung-kampung,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan STAI Syekh Manshur Kosasih menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mencetak generasi yang mampu menguasai ilmu keagamaan dan juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (Red/Difeni)







