BagusNews.Co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang mendesak pembangunan flyover di jalan frontage Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, agar direalisasikan tahun 2024.
Wakil Ketua DPRD Kota Serang Hasan Basri mengatakan, dirinya mendesak agar pembangunan flyover tersebut dapat direalisasikan tahun ini, lantaran sesuai dengan perencanaan dan janji pemerintah Kota Serang kepada masyarakat.
Sebab, Pemkot Serang melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Riset Daerah (Bapperida) Kota Serang telah melakukan ekspose baik kepada media maupun masyarakat mengenai rencana pembangunan flyover di Kelurahan Unyur tersebut.
“Ya harus direalisasikan, itu kan sudah diekspose dan masyarakat sudah tau. Pj Wali Kota dan Bapperida sudah menyampaikan bahwa Flyover akan dibangun tahun ini. Tentunya masyarakat sudah menunggu, kalau tidak direalisasikan bagaimana komitmennya kepada masyarakat,” katanya, Rabu, 19 Juni 2024.
Menurut Hasan, pembangunan flyover bukan hanya kepentingan pemerintah daerah semata, melainkan kebutuhan dan kepentingan masyarakat menyangkut standar pelayanan terhadap infrastruktur yang memadai di Kota Serang.
“Saya sempat menyampaikan kepada masyarakat soal itu, terutama pengguna jalur itu. Artinya kami sedang menunggu, bagaimana kelanjutannya, kami berharap tahun ini bisa direalisasikan sesuai komitmen,” tuturnya.
Kemudian lanjut Hasan, apabila Pemkot Serang dan Pemerintah Pusat belum bisa menepati janji dan komitmen tersebut kepada masyarakat, tentu harus ada solusi tepat agar pembangunan flyover tetap bisa dilaksanakan.
“Kalaupun tidak, seperti apa alasannya karena itu konsekuensi dari surat keputusan Kemenhub kan,” ungkapnya.
Berdasarkan surat keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kepada Pemkot Serang selama satu tahun untuk melengkapi dokumen perizinan serta membuat simpang tidak sebidang sebagai jalur alternatif selama pembangunan flyover atau jalan layang.
“Keputusan dari Kemenhub untuk frontage satu tahun Alhamdulillah sudah beres perizinannya. Kemudian flyover dikasih waktu lima tahun, dan sekarang efektifnya tinggal tiga tahun lagi,” bebernya.
Menurut informasi, kata Hasan, pembangunan flyover akan dianggarkan oleh Pemerintah Pusat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini, yang diprediksi membutuhkan dana sekitar Rp30 sampai Rp40 miliar.
“Tapi, selentingan katanya dananya tidak ada di APBN, tapi masa iya pemerintah pusat hanya untuk Flyover tidak ada. Padahalkan sudah disetujui oleh mereka,” pungkasnya.(Red/Misbah)







