Home / Daerah / Politik

Kamis, 18 Juli 2024 - 17:22 WIB

Kelompok Muda Ragukan Bakal Calon Gubernur Banten Bisa Pecahkan Masalah Anak Muda

BagusNews.Co – Koordinator Kelompok Muda Arman Maulana Rachman, meragukan terhadap bakal calon Gubernur Banten dalam menangani permasalahan anak muda, diantaranya berdasarkan data BPS Provinsi Banten terdapat 424,69 ribu anak muda yang terdampak atas kurangnya akses pendidikan.

“Bahkan menurut data BPS, hingga Februari 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Banten mencapai 7,02 persen,” ungkap Arman dalam keterangannya, Kamis 18 Juli 2024.

Selanjutnya, Arman juga menyoroti terkait kasus kekerasan seksual yang masih marak menerpa, Pada tahun 2024, kasus kekerasan seksual di Provinsi Banten mencapai angka yang mengkhawatirkan. Data menunjukkan ada 1.131 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

“Dalam banyak tekanan yang terjadi hal yang lumrah kalau Banten jadi provinsi paling tidak bahagia, karena tidak ada kepastian hidup yang layak dan nyaman di Provinsi Banten,” katanya.

Masalah yang Dihadapi Anak Muda Banten

Baca Juga :  PKS Banten Daftar ke KPU Dikawal Super Hero, Gembong : Target 20 Kursi DPRD Banten

Dikatakan Arman, masalah utama yang dihadapi anak muda Banten adalah kurangnya akses pendidikan berkualitas, kesempatan kerja yang terbatas, dan kurangnya fasilitas untuk pengembangan bakat dan minat.

“Para pemuda Banten membutuhkan pemimpin yang bisa memberikan solusi nyata, bukan sekadar janji manis,” kata Arman.

Kelompok Muda menginginkan program pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas, pelatihan keterampilan kerja yang relevan dengan pasar, serta dukungan bagi para wirausaha muda.

“Selain itu, mereka juga membutuhkan ruang-ruang kreatif dan fasilitas olahraga yang memadai untuk menyalurkan bakat dan minat mereka,” imbuhnya.

Keraguan Terhadap Bakal Calon Gubernur

Selain itu, Arman mengatakan saat ini tidak ada satu pun bakal calon Gubernur Banten yang mampu mengakomodasi kepentingan pemuda.

“Mereka kebanyakan hanya mengumbar janji tanpa tindakan nyata dan tidak melibatkan anak muda dalam proses pengambilan keputusan,” tegasnya.

Baca Juga :  Kesenian Terbang Gede Kota Serang Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Menurutnya, para calon gubernur lebih fokus pada isu-isu yang tidak langsung menyentuh kebutuhan anak muda dan hanya menjadikan komoditas politik bagi meraup suara anak muda.

“Sehingga menimbulkan keraguan tentang kemampuan mereka untuk membawa perubahan yang dibutuhkan,” imbuhnya.

Harapan untuk Pemimpin Masa Depan

Kelompok Muda menekankan pentingnya calon Gubernur untuk tidak sekadar berjanji, tetapi juga menyediakan program yang konkret dan melibatkan anak muda dalam perencanaan serta pelaksanaan kebijakan.

“Mereka berharap pemimpin yang terpilih nantinya benar-benar memahami dan merespon kebutuhan serta aspirasi generasi muda Banten,” tuturnya.

Kelompok Muda berharap dengan adanya perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan anak muda, Banten bisa menjadi daerah yang lebih maju dan inklusif bagi semua generasi.

“Permasalahan-permasalahan yang dihadapi anak muda harus bisa menjadi salah satu priotas pemerintah, bila kita ingin bersama-sama wujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ditresnarkoba Polda Banten Berhasil Ungkap 35 Kasus dan 54 Tersangka Diringkus

Politik

KPU Kabupaten Serang Temukan 10 Surat Suara Pemilu Anggota DPRD Banten Rusak

Daerah

Hari Kelima Jalani Retret, Andra Soni Dibekali Materi Oleh 12 Menteri

Daerah

Deni Hermawan Jadi Plt Kepala Bapenda

Daerah

Dispora Banten Ajak Pemuda Dalam Menjaga Demokrasi yang Bermartabat

Politik

Beri Buket Cokelat dan Bunga ke Airin-Ade, Andra Soni-Dimyati Sukses Ciptakan Politik Riang Gembira

Daerah

Resmi Diserahkan, Walikota Serang Akan Sulap Kantor PMI Kabupaten Serang Jadi Restoran

Daerah

Pemkot Serang dan Pemkab Pandeglang Paling Banyak Dilaporkan Warga ke Ombudsman