BagusNews.Co – Pendidikan menjadi salah satu prioritas utama yang harus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya, demi memajukan daerah.
Tidak heran bila persoalan pendidikan selalu menjadi bahasan utama para calon pemimpin daerah, termasuk para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak.
Karena itu, Sanuji Pentamarta, Bakal Calon Bupati Lebak 2024-2029 bersama dengan Dita Fajar Bayhaqi, Bakal Calon Wakil Bupati Lebak 2024-2029 menyampaikan komitmennya kepada masyarakat persoalan pendidikan.
Menurut Sanuji, pendidikan baik umum maupun yang berbasis keagamaan seperti pesantren, baik yang tradisional atau pun modern, semua tak luput dari perhatian Sanuji-Fajar agar wajib belajar 9 tahun terealisasi dengan baik di Kabupaten Lebak.
Tak hanya itu, para alumni pondok pesantren, baik tradisional dan modern untuk menempuh pendidikan formal setara SMP, SMA harus diberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu demi meningkatkan kualitas pendidikan menjadi lebih baik dan merata.
“Jargon Lebak Emas yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi maju, berkeadilan dan sejahtera semakin dikuatkan sesuai dengan potensi Lebak yang masyarakatnya dikenal relijius. Dengan pendidikan yang merata akan membuat kabupaten Lebak dengan keemasan potensinya menjadi kian bersinar,” ungkap Sanuji kepada wartawan, akhir pekan ini.
Selain itu, Sanuji juga berjanji akan meningkatkan insentif imam dan guru ngaji, guru madrasah, pimpinan pondok pesantren, Insentif desa dan Insentif RT / Rw.
“Sanuji-Fajar melihat masih banyak penduduk Lebak yang belum menikmati bangku sekolah secara lebih baik, kita dorong dan edukasi para orang tua untuk menempatkan pendidikan menjadi satu dari sekian banyak skala prioritas rumah tangga, sehingga tekad menaikkan IPM Kabupaten Lebak jadi nyata, bukan wacana belaka,” bebernya.
Sanuji menambahkan, bahwa komitmen Sanuji-Fajar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja merupakan skala prioritas yang harus direalisasikan. “Tanpa dukungan rakyat Lebak, mustahil perubahan pembangunan dapat terwujud, mari bersama kita bangun Lebak dengan semangat kebersamaan, dalam bingkai NKRI untuk Lebak lebih baik,” pungkas politikus senior PKS ini.
Terpisah, Ketua Umum Masyarakat Lebak Bersatu, Adang Hadiyana mengatakan, berdasarkan indeks Pembangunan Manusia yang terdiri dari 3 variabel seperti Kesehatan (Harapan Hidup), Pendidikan (Lama Sekolah) dan Pendapatan (PDB/income perkapita) masih rendah dan berpotensi untuk dinaikkan jika ada political will Kepala Daerah untuk melakukannya.
Merujuk data statistik 2023 IPM Kabupaten Lebak paling rendah di Banten diakibatkan rendahnya pendidikan di kabupaten Lebak hanya 45,93% total masyarakat Lebak mulai umur 15 tahun ke atas hanya lulusan Sekolah Dasar.
“Artinya, ini hampir setengahnya tidak melanjutkan sekolah ke SMP apalagi sampai SMA. Dengan dasar ini kita juga menghitung kenapa banyak anak yang putus sekolah diakibatkan faktor ekonomi. Hambatan ini harus diselesaikan dengan kebijakan yang pro rakyat,” katanya.
Solusinya, lanjut Adang, Sanuji-Fajar harus mampu membuka peluang usaha, memudahkan pengurusan legalitas usaha, untuk UKM, IKM, dan mikro kecil dan menumbuhkan lapangan kerja untuk masyarakat Lebak agar angka kemiskinan dapat turun secara perlahan namun pasti, program ini harus berkelanjutan dan jangka panjang.
“Pemimpin Lebak ke depan harus ada gebrakan yang riil dan langsung dirasakan oleh rakyat, jika itu terjadi, tak mustahil Lebak akan berkembang dengan daya saing yang membuat urang Lebak bangga dan potensi emas Kabupaten Lebak dapat lebih bersinar terang,” pungkas Adang. (Red/Tis)







