Home / Daerah

Selasa, 12 November 2024 - 08:51 WIB

Tahun Politik Harga Kopi dan Rokok Naik, Picu Inflasi di Kota Serang

BagusNews.Co – Pilkada serentak 2024 tidak hanya membuat tensi politik daerah memanas, namun juga menyebabkan harga kebutuhan pokok masyarakat naik.

Berdasarkan data BPS Kota Serang, inflasi kota serang menunjukkan grafik peningkatan pada bulan Oktober 2024 atau saat awal musim kampanye Pilkada Kota Serang, dimana terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,64 pada Oktober 2023 menjadi 105,97 pada Oktober 2024.

Tingginya inflasi di Kota Serang dipicu oleh kenaikan sejumlah harga barang, mulai dari minyak goreng, emas hingga kopi dan rokok.

Pergerakan kenaikan inflasi di Kota Serang di bulan Oktober 2024 langsung disikapi serius oleh Pemkot Serang, lantaran pemerintah pusat langsung memberikan warning kepada ibukota Provinsi Banten dan kabupaten/kota lain yang ada pergerakan kenaikan inflasi jelang Pilkada serentak 2024.

“Nah, ini supaya diantisipasi terhadap produk atau komoditi yang memang harga di pasaran itu naik, perlu juga di waspadai dan diambil langkah-langkah konkret. Terkait bagaimana supaya bisa menahan inflasi di Kota Serang,” kata Asda II Kota Serang Yudi Suryadi usai rapat inflasi secara zoom meeting antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Senin, 11 November 2024.

Baca Juga :  Polsek Cikupa Investigasi Kebakaran Bengkel Motor di Sukamulya yang Tewaskan Seorang Perempuan

Yudi membenarkan beberapa produk mengalami kenaikan harga pada Oktober lalu yang menjadi penyumbang inflasi di Kota Serang.

“Seperti minyak goreng, emas perhiasan, termasuk kopi dan rokok juga naik jelang Pilkada serentak 2024. Mungkin karena banyak pertemuan biasanya ada kopi, ada rokok,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, tambah Yudi, Pemkot Serang membuka warung inflasi dalam rangka mengantisipasi pergerakan kenaikan inflasi akhir tahun 2024.

“Warung inflasi ini sebagai penyeimbang. Kita akan rencanakan di Pasar Lama dan Iwak Banten. Disana ada Kios inflasi yang menjual bahan pokok harganya yang sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi)/yang diatur oleh pemerintah,” urainya.

Baca Juga :  Perdana di Kota Serang, FKUB Gelar Kirab dan Pentas Budaya Lintas Agama

Dalam jangka panjang, Pemkot Serang berencana membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mendirikan warung inflasi yang fokus mengantisipasi pergerakan kenaikan inflasi.

“Sekarang kami sedang membahas dua kajian, dalam rangka pembentukan BUMD Pangan yang memiliki fungsi terkait kerjasama daerah dan juga terkait subsidi pangan dan transportasi,” ungkapnya.

Kendati pergerakan kenaikan inflasi harus diantisipasi, lanjut Yudi, inflasi ini menunjukkan bahwa roda perekonomian di Kota Serang sedang bergerak dan juga menguntungkan para pedagang.

“Disatu sisi adanya inflasi ini berarti tingkat perekonomian disebuah daerah berkembang, namun disisi lain harga-harga mengalami kenaikan,” pungkas Yudi. (Red/Latif)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pj Walikota Serang Yedi Rahmat Pantau Perayaan Pergantian Tahun Baru 2023

Daerah

Al Muktabar Senam Sehat Bersama Ribuan Guru dan Warga Kabupaten Pandeglang

Daerah

Pj Gubernur Al Muktabar Canangkan Gerakan Banten Melawan Osteoporosis

Daerah

Cegah Korupsi, Zakiyah Tekankan Manajemen Risiko di Lingkup OPD Kabupaten Serang

Daerah

Jelang Lebaran, Dinkes Tangsel Siagakan Posko Kesehatan dan Ambulans

Daerah

GMNI Serang Rayakan Dies Natalis GMNI Ke-71

Daerah

Kesenian Terbang Gede Kota Serang Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Daerah

KPU Banten Gelar Pengundian Nomor Urut Paslon Gubernur dan Wagub di Pilkada 2024