BagusNews.Co – Curah hujan tinggi menghantui proses pemungutan suara pada Pilkada Kota Serang, yang akan digelar 27 November 2024.
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang Diat Hermawan.
Menurut Diat, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa sepanjang bulan November masuk musim penghujan.
“Jadi harus.waspada dan siaga hujan lebat dan angin puting beliung,” kata Diat kepada wartawan, Senin, 18 November 2024.
Lanjut Diat, BPBD sudah memberikan masukan kepada KPU Kota Serang untuk mewaspadai hal tersebut, apalagi saat pendirian Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar tidak di tanah lapang.
“Saya sudah memberikan masukan kepada KPU untuk mendirikan TPS hindari dilapangan terbuka, karena dikhawatirkan angin,” ungkapnya.
Diat menambahkan, selain tanah lapang, pihaknya juga melarang adanya TPS dekat pohon tinggi dan bangunan yang rapuh.
“Hindari pohon tinggi dan bangunan yang rapuh,” tuturnya.
Selanjutnya Diat juga menuturkan, jika keadaan darurat dan memaksa tenda-tenda harus dipasang sebagai TPS maka harus diperkuat dengan patok.
“Adapun tenda terpaksa didirikan, maka harus dipatok tendanya agar lebih kuat,” pungkasnya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Serang Tofan Wiguna menambahkan, pihaknya sudah disiapkan untuk ikut serta dalam mengantisipasi bencana saat proses pemungutan suara berlangsung.
“Kemarin kita bersama Pak Kalak sudah membagi tim dan sudah di setting jadwal untuk para anggota,” ungkapnya.
Lanjut Tofan, timnya akan bergantian menjaga TPS per 6 jam sekali.
“Kita akan mulai dari pukul 04.00 sampai pukul 10.00 WIB dan begitu terus bergantian,” bebernya.
Tofan menambahkan, personel BPBD juga akan dibekali dengan beberapa alat deteksi bencana dan yang lainnya.
“Satu tim itu akan membawa alat-alat kebencanaan, seperti sensor dan lainnya, khawatir ada pohon tumbang dan juga bencana yang lain,” pungkas Tofan. (Red/Latif)







