BagusNews.Co – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar ajang perdana Kepustakaan Islam Award (KIA) 2024. Dari 437 nominasi, pegiat literasi Banten Aip Rochadi berhasil meraih penghargaan KIA 2024 dalam kategori pegiat literasi.
Penyerahan penghargaan KIA 2024 diserahkan pada malam puncak Penganugerahan Kepustakaan Islam Award di Novotel, Jakarta, Sabtu (23/11/2024).
Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin menyebut, literasi sangat merefleksikan kualitas peradaban sebuah bangsa. Menurutnya, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, peningkatan literasi menjadi salah satu syarat penting yang harus dipenuhi.
Oleh karena itu, penghargaan KIA 2024 bertujuan untuk mengapresiasi kontribusi penulis ASN, pegiat literasi, penulis masyarakat, dan perpustakaan masjid dalam pengembangan literasi keagamaan Islam.
“Jika negara kita ingin maju, kita harus melihat tingkat literasi masyarakatnya. Literasi ini menjadi cermin dari peradaban suatu bangsa,” ujar Kamaruddin.
Sementara itu, Plt Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Ahmad Zayadi menjelaskan, KIA 2024 memberi penghargaan kepada penggiat literasi dalam empat kategori, yaitu Penulis ASN, Penulis Masyarakat, Pegiat Literasi, dan Perpustakaan Masjid.
Zayadi menyebut, sebanyak 437 peserta telah mendaftar dalam berbagai kategori. Seleksi tahap I dilakukan pada 11 Oktober lalu, sedangkan seleksi tahap II yang dimulai pada 20 Oktober menghasilkan tiga nomine teratas dari setiap kategori.
“Grand Final yang digelar hari ini melibatkan wawancara dan presentasi para nominator di hadapan dewan juri yang terdiri dari pejabat kementerian, Guru Besar Perguruan Tinggi Islam, Kepala Perpustakaan Nasional, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), dan Pengurus Pusat Forum Taman Baca Masyarakat. Finalis terbaik menerima uang pembinaan senilai Rp25 juta. Finalis lainnya juga mendapat uang pembinaan, sertifikat, dan trofi,” paparnya.
Berikut daftar pemenang kategori penghargaan Kepustakaan Islam Award 2024:
Penulis ASN Kemenag:
1. Didi Junaedi
2. Ahmad Zacky
3. Masruhan
Penulis Masyarakat:
1. Rosidin
2. Ali Mahfudz
3. Ahmad Husain Fahasbu
Pegiat Literasi:
1. Aip Rochadi
2. Mintarsih
3. Abdul Karim
Perpustakaan Masjid:
1. Jakarta Islamic Center
2. Masjid Raya Baiturrahman Aceh
3. Masjid Jabal Arafah Batam
Usai menerima penghargaan, Aip Rochadi mengaku bersyukut dan akan terus menginspirasi masyarakat di Indonesia terutama kampung-kampung agar mencintai literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap ajang seperti Kepustakaan Islam Award dapat menjadi pendorong bagi lahirnya lebih banyak pegiat literasi yang kreatif dan berdampak positif,” tuturnya.
Aip menambahkan, membangun literasi di setiap daerah membutuhkan kolaborasi semua pihak, yang dimulai dari lingkungan keluarga, agar generasi masa depan Indonesia tidak hanya cerdas dalam pengetahuan, tetapi juga kaya dalam nilai-nilai kebijaksanaan dan kerukunan.
“Alhamdulillah, penghargaan ini saya dedikasikan kepada semua pihak yang telah mendukung perjuangan literasi ini, terutama Pemkot Serang, rekan-rekan prodi ilmu perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah serta tim luar biasa Bayu, Umam, Ari Subhan, Dito, dan Bayu Ibrahim. Dukungan kalian adalah sumber kekuatan saya untuk terus bergerak. Semoga semangat literasi ini membawa manfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Aip. (Red/Dede)







