BagusNews.Co – Partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 tak dapat lampaui dari target yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang, sebelumnya KPU menargetkan sebesar 80 persen pemilih yang menggunakan hak suaranya pada Pilkada 2024.
Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kota Serang, Ade Jahran mengatakan penyebab tak terealisasinya target yang sudah ditetapkan, lantaran kondisi cuaca. Yakni hujan yang tak kunjung reda mengguyur Kota Serang.
“Sehingga memang kita prediksi bahwa masyarakat awalnya mau menyampaikan aspirasinya, mau ke TPS malah membatalkan ke TPS karena hujan itu,” katanya.
Namun demikian, menurut data yang disampaikan oleh KPU Kota Serang rata-rata tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Serang di tiap kecamatan menyentuh di angka 72,8 persen.
Masih dari data yang sama, Kecamatan Kasemen menempati urutan pertama sebagai penyumbang partisipasi tertinggi dalam Pilkada 2024 dengan presentase sebesar 77,28 persen dan sedangkan Kecamatan Taktakan menduduki posisi paling buncit dalam hal tingkat partisipasi yang hanya menyumbang 68,88 persen.
Lanjut Ade, jika tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya mengalami peningkat dari Pilkada sebelummya yang diakibatkan karena berbarengan dengan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.
“Pertama tentu ada Pilgub sehingga memang bisa terdorong dalam arti mendorong masyarakat untuk memilih. Kalau kemarin di 2018 Pilkada Kota daja kalau sekarang ada Pilgubnya,” katanya.
Masih kata Ade, faktor pendorong yang lain, masyarakat Kota Serang saat ini telah terbuka dengan isu politik yang berkembang.
“Jadi tidak acuh lagi masyarakatnya, termasuk yang Gen Z sudah mulai melek politik,” tegasnya. (Lathif)







