BagusNews.Co – Dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Kasemen yang mengalami kerusakan berat, yakni SDN Suci dan SDN Terenggana. Meski dalam keadaan rusak berat, kedua sekolah itu belum bisa diperbaiki oleh Pemkot Serang lantaran tidak masuk dianggarkan pada APBD 2025.
Diberitakan sebelumnya, kondisi SDN Suci yang sudah memprihatinkan lantaran sudah berdiri sedari tahun 1983, dengan kondisi bangunan yang sudah lapuk termakan usia dan ketika hujan turun para dewan guru selalu meminta anak muridnya untuk keluar kelas karena dikhawatirkan bangunan rubuh.
Sementara SDN Terenggana juga mengalami nasib yang sama, terlihat kondisi tembok kelas yang bolong hingga tiang-tiang penyangga mulai lapuk.
Menanggapi hal tersebit, Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman menuturkan, dalam masa reses pihaknya tak pernah mendengar perihal SDN Suci dan SDN Terenggana yang kondisinya rusak berat, sehingga tidak mampu dianggarkan pada APBD 2025.
“Jadi memang kita dari DPRD Kota Serang, pada waktu melakukan reses, hearing itu tidak ada. Dan itu juga kami tidak tau, sehingga pada pembahasan 2025 APBD, kami tidak menganggarkan,” kata Muji Rohman, Jum’at, 17 Januari 2025.
Lantaran tidak mengetahui terkait kondisi SDN Suci dan SDN Terenggana, maka dalam APBD 2025 pihaknya hanya menganggarkan 20 juta yang diperuntukkan untuk peralatan sekolah.
“Setelah kami cek, itu hanya dianggarkan untuk peralatan, hanya Rp20 juta kalau tidak salah,” tambahnya.
Selanjutnya, Muji masih terus berupaya yang terbaik dengan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Kepala Bidang (Kabid) SD Dindikbud Kota Serang agar dua sekolah yang mengalami kerusakan berat tersebut menjadi prioritas di tahun 2026.
“Saya sudah ngomong kemarin ke Kabid SD, bahwa ini sekolah rusak coba untuk di 2026 itu harus yang diutamakan” ungkap Muji.
Lanjut Muji, masih ada upaya lain yang mampu ditempuh yakni lewat Corporate Social Responsibility (CSR).
“Yang kedua coba masuk ke CSR-CSR untuk paling tidak, diluar APBD kan masih 2026, imbuhnya.
Masih kata Muji, untuk APBD 2025 murni tidak akan mampu dilakukan pergeseran anggaran untuk melakukan perbaikan pada SDN Suci dan SDN Terenggana.
Sementara itu, peluang memasukan perbaikan untuk SDN Suci dan SDN Terenggana pada APBD 2025 Perubahan juga tidak akan cukup waktu.
“Karena ini ternyata tidak bisa dilakukan pergeseran juga dan perubahan juga waktunya tidak akan cukup,” tegasnya.
Muji juga mengatakan, karena ditahun 2025 tidak ada skala prioritas untuk memperbaiki SDN Suci dan SDN Terenggana yang rusak berat, bahwa terpaksa di tahun 2025 harus berjalan dengan kondisi yang hampir rubuh.
“Iya, kalau pun nanti ada dana di Dindik, dana pemeliharaan, lakukan pemeliharaan dulu, untuk menampung agar 2026 ini sekolah itu tidak rubuh,” pungkasnya.
Terakhir, Muji mengatakan, bahwa sekolah tersebut pernah ditinjau oleh Komisi II DPRD Kota Serang dan dirinya sudah mendapatkan laporan terkait kondisi SDN Suci dan SDN Terenggana. Muji juga menyampaikan berencana turun dan melihat secara langsung perihal kondisi sekolah rusak tersebut.
“Waktu itu Komisi II meminta izin kepada saya untuk datang, maka saya dapat informasi dan foto dari Komisi II. Saya rencana minggu depan, kami akan melihat dua sekolah,” punskasnya. (Red/Lathif)







