Home / Daerah

Jumat, 24 Januari 2025 - 16:26 WIB

Warga Carenang, Kabupaten Serang, Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram

Sodikin Firmansyah, pengusaha pangkalan gas elpiji 3 kilogram, saat diwawancarai wartawan di Kampung Bayongbong, Desa Pamanuk, Jumat, 24 Januari 2025 l Dok.Dwi MY-BNC

Sodikin Firmansyah, pengusaha pangkalan gas elpiji 3 kilogram, saat diwawancarai wartawan di Kampung Bayongbong, Desa Pamanuk, Jumat, 24 Januari 2025 l Dok.Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Selama dua pekan terakhir, warga Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram.

Kelangkaan gas tabung melon tersebut sudah dirasakan sejak awal tahun 2025, dan semakin parah dalam dua minggu terakhir sehingga konsumen dan pedagang sama-sama merasakan dampaknya.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada Jumat, 24 Januari 2025, di Desa Pamanuk, tampak di beberapa pengecer dan pangkalan gas elpiji 3 kilogram bahwa banyak tabung kosong yang hanya tersisa tempatnya.

Salah seorang warga Desa Pamanuk, Ridwan, juga mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.

“Kelangkaan sudah hampir satu bulan, jadi tidak seperti biasanya. Orang-orang sampai mencari jauh-jauh, kalau di sini tidak ada ya susah karena di pangkalan saja untuk ngisi di warung juga kan,” keluh Ridwan.

Sementara itu, Yusa, salah satu pengecer gas elpiji 3 kilogram, menyatakan bahwa sudah hampir dua pekan terjadi pengurangan penyaluran gas.

Baca Juga :  MTQ Tingkat Provinsi Banten Akan Dimulai, Al Muktabar Kukuhkan Ratusan Dewan Hakim 

“Saya sebagai pengecer biasanya dalam satu minggu bisa kirim gas sampai tiga kali, hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, rata-rata pengiriman itu sekitar 20 sampai 40 tabung tergantung dengan kekosongan itu,” terangnya.

Namun, ia mengaku, saat ini hanya menerima sekitar 10 hingga 15 tabung gas elpiji 3 kilogram dalam dua pekan terakhir.

“Saya tanya ke warung yang lain juga sama, dikirim paling banyak 15 tabung,” ungkap Yusa, menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa beberapa pengecer bahkan tidak menerima pengiriman sama sekali dalam seminggu.

Di tempat lain, di pangkalan gas elpiji 3 kilogram milik Sodikin Firmansyah yang terletak di Kampung Bayongbong, Desa Pamanuk, terlihat ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram kosong.

“Kalau untuk pangkalan saya sih jatahnya masih tetap 200 tabung dalam sebulan,” ujar Sodikin.

Baca Juga :  Peringatan Hardiknas Jadi Momentum Refleksi Bersama Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Ia menjelaskan bahwa kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di wilayah Kabupaten Serang sudah terjadi sejak awal bulan dan disebabkan oleh banjir, yang membuat orang dari luar daerah mengambil gas di Carenang.

“Pokoknya terjadi kelangkaan ini sejak awal bulan, penyebabnya karena banjir, jadi orang dari luar itu mengambilnya di Carenang,” katanya.

Sodikin juga menyebutkan bahwa gas yang ada di pangkalan hanya diambil dari agen.

“Jadi orang sini ambil ke Tangerang dan kalau dari Tangerang masuk ke sini, saya belum pernah menemukan,” ungkapnya.

Ia berharap agar orang luar tidak mengambil gas di wilayahnya karena hal ini mengakibatkan kesulitan bagi warga Desa Pamanuk.

Dengan situasi yang semakin tidak menentu, warga Kecamatan Carenang berharap adanya solusi untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini agar kebutuhan sehari-hari mereka dapat terpenuhi. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dinas Sosial Kabupaten Serang Berikan Layanan Rehabilitasi Sosial Bagi Anak Berhadapan dengan Hukum

Daerah

Fekraf Banten Dukung Budi-Agis Bangun Venue di Kota Serang

Daerah

Didukung Gardu Ganjar, Pertunjukan Bedug Kerok di Banten Cetak Rekor Muri

Daerah

Siang Ini Al Muktabar Akan Lantik Pj Sekda Provinsi Banten

Daerah

‎Dua Warga Curug Manis Terima Bantuan Biaya Renovasi Rumah, Perdana di Era Walikota Serang Budi Rustandi

Daerah

Sepanjang 2023, Ombudsman Banten Selamatkan Rp38 Miliar Kerugian Masyarakat

Daerah

Hasil Program Lumbung Pangan BAZNAS di Kabupaten Serang, Agus Siswanto : Menuju Perekonomian yang Lebih Baik

Daerah

Kebangkitan Perempuan, Semangat Kartini untuk Generasi Baru