Home / Daerah

Jumat, 31 Januari 2025 - 19:49 WIB

Gelapnya Jalur Wisata Anyer-Cinangka: PHRI Desak Perhatian Pemerintah

Kondisi PJU yang padam di jalur wisata Anyer-Cinangka, Kabupaten Serang l Dok. Istimewa

Kondisi PJU yang padam di jalur wisata Anyer-Cinangka, Kabupaten Serang l Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang mengungkapkan keprihatinan atas kondisi sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam di kawasan wisata Anyer-Cinangka.

Situasi tersebut telah berlangsung selama hampir dua tahun, dan membuat area wisata tersebut gelap gulita di malam hari, menimbulkan risiko bagi wisatawan serta karyawan yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Ketua PHRI Kabupaten Serang Yurlena Rachman menjelaskan bahwa masalah ini sudah ada sejak lama. Kondisi tersebut, menurut Yurlena, merugikan banyak pihak.

“Biasanya, setiap Tahun Baru PJU menyala walaupun cuma sebentar. Tapi, sudah dua tahun terakhir ini menurun banget, lebih parah dari biasanya,” ujarnya dalam wawancara melalui telepon pada Rabu, 29 Januari 2025.

Yurlena juga menyatakan bahwa pihaknya kerap menerima keluhan dari wisatawan yang merasa khawatir saat beraktivitas di malam hari.

Baca Juga :  Andra Soni dan Dimyati Ukir 19 Penghargaan Sepanjang 2025

Keadaan jalan yang gelap ini membuat wisatawan enggan keluar untuk mencari makanan di malam hari, yang pada gilirannya berdampak negatif terhadap bisnis perhotelan di kawasan tersebut.

“Karena wisatawan ketika memasuki objek wisata yang gelap identiknya takut, dan mereka juga ketika mencari kuliner malam jadi malas,” ucapnya.

Yurlena berharap agar pemerintah lebih memperhatikan infrastruktur di kawasan wisata Anyer-Cinangka.

“Tolonglah, sudah berkali-kali kita kirimkan ke dinas pariwisata tentang titik yang gelap, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang PJU dan KIR Dishub Kabupaten Serang, Yudi, menjelaskan bahwa Jalan Lintas Anyer-Cinangka merupakan jalan nasional.

Sementara itu, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banten juga turut memberikan tanggapan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPTD Kelas II Banten, Muhammad Iqbal Rachman, menegaskan bahwa perbaikan PJU di jalur wisata Anyer-Cinangka menjadi prioritas.

Baca Juga :  PLN UID Banten Dukung Pelaku UMKM di Kawasan Wisata Melalui Program ELSA

Iqbal menjelaskan bahwa perbaikan lampu PJU awalnya direncanakan pada awal Januari 2025, namun terhambat oleh masalah anggaran.

“Jadi anggarannya itu sedang direvisi. Karena tadinya kan cuma dapat anggaran untuk bayar listrik saja, tidak termasuk untuk pemeliharaan PJU,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan dan inventarisasi lampu PJU yang padam.

“Cuma untuk perbaikannya itu belum bisa kami laksanakan. Tapi itu prioritas,” ungkapnya.

Iqbal mengakui bahwa biaya untuk penggantian suku cadang PJU cukup besar, dan mereka sedang memprioritaskan wilayah wisata terlebih dahulu.

“Selama satu tahun itu untuk listrik, ganti kabel, dan pemeliharaan itu butuh anggaran Rp400 juta sampai Rp500 juta per tahun,” tuturnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

DPR Bersama BRIN Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Mandi dan Sabun Cuci

Daerah

Lahan Tanaman Talas Beneng di Provinsi Banten Mencapai 263 Hektar

Daerah

Sebagai Memori Perjalanan Pertanian di Provinsi Banten, Kepala Distan Agus M Tauchid Luncurkan Buku Karyanya

Daerah

Penataan Arsip Tunjang Kinerja Pelayanan OPD, DPK Banten Dorong Record Center Arsip Vital

Daerah

Peduli Terhadap Jurnalis Terdampak Banjir, Astra Tol Tangerang Merak Berikan Bantuan

Daerah

Bawaslu Kota Serang Akan Panggil Walikota Syafrudin Hari ini

Daerah

Wujudkan Generasi Emas 2045, Ini Tips Bagi Generasi Muda

Daerah

Al Muktabar Digantikan Ucok Abdulrauf Sebagai Pj Gubernur Banten