Home / Daerah

Senin, 3 Maret 2025 - 15:38 WIB

Andra Soni Serahkan LKPD Unaudited Pemprov Banten TA 2024 ke BPK

BagusNews.Co – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen mengikuti setiap aturan pengelolaan keuangan dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta pertanggungjawabannya. Hal itu tertuang sebagaimana dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Demikian disampaikan Andra Soni saat menyerahkan LKPD Unaudited Pemerintah Provinsi Banten tahun 2024 dan Entry Meeting Pemeriksaan Terinci Atas LKPD Provinsi Banten Tahun 2024 di Auditorium Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten, Jalan Palka Nomor 1, Palima, Serang pada Senin, 3 Maret 2025.

“Sebelum LKPD Provinsi Banten diserahkan kepada BPK RI telah dilaksanakan reviu oleh Inspektorat sebagai APIP Provinsi Banten,” ungkap Andra Soni.

Andra Soni menyampaikan, Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Banten Tahun Anggaran 2024 itu memuat tujuh (7) laporan. Di antaranya laporan realisasi anggaran, perubahan saldo anggaran lebih, operasional, neraca, perubahan ekuitas, arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

“Di dalamnya juga terdapat lampiran laporan hasil kantor akuntan publik atas laporan keuangan BLUD RSUD Banten dan RSUD Malingping serta laporan keuangan BUMD,” jelasnya.

Andra Soni juga menuturkan realisasi anggaran Pemprov Banten TA 2024 memuat realisasi pendapatan sebesar Rp12,4 Triliun lebih atau dengan persentase capaian sebesar 99,97 persen dari anggarannya dan realisasi belanja dan transfer sebesar Rp11,9 Triliun atau dengan persentase capaian sebesar 96,41 persen dari anggarannya.

Baca Juga :  Masak Olahan Daun Kelor dan Talas Beneng, Virgojanti Ajak Para Ibu Kreasikan Pangan Lokal

“Sehingga terdapat surplus sebesar Rp491,3 miliar lebih dan selanjutnya pembiayaan netto sebesar minus Rp51,6 miliar lebih. Dengan demikian terdapat sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp439,7 miliar lebih,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni berharap melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK terhadap LKPD dapat memberikan masukan dan arahan terhadap penyempurnaan dan perbaikan kearah yang lebih baik. Sehingga LKPD sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Hal tersebut tentunya akan dapat dijadikan acuan atas kinerja seluruh aparat pemerintah dan tata kelola keuangan yang lebih berkualitas. Kami juga berharap apa yang telah dilakukan bersama tersebut dapat mempertahankan prestasi opini yang telah dicapai pada tahun sebelumnya. Yakni opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” jelasnya.

“Kita berharap semoga apa yang telah dikerjakan oleh Pemprov Banten atas laporan yang disampaikan telah sesuai tata kelola pemerintahan yang baik,” sambungnya.

Kepala Perwakilan BPK Provinsi Banten Dede Sukarjo mengatakan, berdasarkan Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 dan UU nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, bahwa pemerintah daerah harus menyerahkan LKPD Unaudited kepada BPK paling lambat 3 bulan setelah berakhir tahun anggara.

Baca Juga :  Resmikan Sekretariat Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Tangerang, Andra : Saya Senang Bisa Bersama Mereka

“Tentu kalau 3 bulan, paling akhir adalah 31 Maret. Namun, Pemprov Banten telah memberikan contoh yang baik kepada Pemerintah Kabupaten/ Kota, sudah menyampaikan laporan lebih awal,” ujarnya.

Kemudian, Dede Sukarjo juga mengatakan setelah penyerahan LKPD Unaudited dilanjutkan dengan Entry Meeting atau menandakan dimulainya pemeriksaan BPK atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi Banten.

Selanjutnya, ia menyampaikan terdapat sejumlah kriteria pemerintah daerah untuk bisa meraih opini WTP, berdasarkan UU nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Diantaranya kriteria tersebut, laporan harus sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan, harus efektivitas sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan serta kecukupan catatan atas laporan keuangannya.

“Tadi Gubernur menyampaikan bahwa, beliau menyerahkan tujuh laporan dan dilengkapi dengan lampiran berupa laporan hasil audit kantor akuntan publik atas BLUD (RSUD Banten dan Malingping, red) dan juga atas laporan kantor akuntan publik atas BUMD. Jadi beliau sudah menyampaikan laporan secara lengkap, sehingga BPK menerima dan kemudian untuk mengawali pemeriksaan,” pungkasnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Distan Banten Siapkan 1 Juta Bibit Dalam Gerakan Tanam Cabai Bersama TP-PKK

Daerah

Peringati HUT RI Ke-77, Pj Gubernur Al Muktabar: Provinsi Banten Bangkit dan Terus Tumbuh

Daerah

Ombudsman Banten Lakukan Random Sampling Pada Pelaksanan PPDB SMA Jalur Zonasi dan Prestasi

Daerah

PPDB Rawan Kecurangan, Ombudsman Banten Buka Posko Pengaduan

Daerah

Bank Banten Ingin Kantor Pusat Dapat Beroperasional di Awal Tahun 2025

Daerah

Masuk 5 Besar Secara Nasional di Triwulan III, Investasi di Provinsi Banten Tembus Rp25,19 Triliun

Daerah

Pemprov Banten Siapkan Rencana Aksi Antisipasi Dampak El Nino

Daerah

LKRA Kota Serang 2024 Masyarakat Diminta Lebih Berinovasi