Bagusnews.Co – Terminal Cadasari yang terletak di Desa Cadasari, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang belum berfungsi sebagaimana mestinya.
Pantauan BagusNews.Co di lokasi, terminal terlihat sepi dan jadi sasaran vandalisme, coretan-coretan mengihasi dinding-dinding terminal, selain itu kerusakan pun terlihat di sejumlah titik.
Opik, seorang warga sekitar memberikan keterangan bahwa memang terminal ini sepi dan tidak terpakai oleh Angkutan Kota (Angkot), hanya terdapat bus DAMRI yang masuk ke terminal tesebut.
“Tidak ada Angkot, palingan ada DAMRI yang masuk,” ungkapnya kepada wartawan pada Senin, 28 April 2025 di lokasi.
Opik menjelaskan bahwa terkadang terminal digunakan untuk tempat parkir para wisatawan yang melakukan wisata religi ke daerahnya.
“Kalau lagi musim ziarah, suka dipakai parkir bus-bus peziarah,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kasi Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang, Suhaedi mengungkapkan hambatan terminal tersebut salah satunya akses jalan masuk terminal yang kurang memadai.
“Akses jalan masuknya itu sempit, belokan tajam dan menurun, sehingga menyulitkan sopir untuk keluar masuk,” katanya.
Selain akses masuk terminal yang menjadi menurutnya faktor penyebab sepinya terminal tersebut adalah trayek dari angkot, sehingga para sopir tidak masuk dengan dalih bukan trayeknya.
“Masalahnya juga di trayek, Angkot kan trayeknya Serang-pandeglang jadi ketika kita paksa masuk pun mereka menjawab ngapain masuk ini bukan trayeknya lagian sepi penumpang,” tuturnya.
Soal alih fungsi Terminal, Suhaedi membantah hal tersebut, namun ia membenarkan bahwa dimusim ziarah kerap digunakan sebagai tempat parkir untuk menambah PAD, selain itu untuk mengurai kemacetan saat tiba musim ziarah.
“Tidak, tidak alih fungsi jadi lahan parkir, sekarang masih ada DAMRI yang keluar masuk terminal tersebut, tapi memang kalau musim ziarah dipakai untuk parkir wisatawan, dan kami kenakan biayanya retribusi untuk menambah PAD” pungkasnya. (Red/Guntur)







