BagusNews.Co – Komunitas Rumah Musisi (Rumus) Kota Cilegon mengeluhkan minimnya ruang ekspresi di Kota Baja, lantaran kurangnya dukungan pemerintah dan pihak terkait lainnya terhadap keberlangsungan karya seniman musik.
Hal itu terungkap saat Komunitas Rumah Musisi Cilegon menemui Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon Ayatullah Khumaeni di Saung Budaya.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Rumah Musisi menyampaikan sejumlah isu yang menjadi perhatian utama komunitas musik lokal, mulai dari minimnya ruang ekspresi, keterbatasan akses terhadap fasilitas produksi, hingga perlunya regulasi yang mendukung keberlangsungan karya seniman musik.
“Tujuan utama kami adalah menyampaikan suara dari teman-teman musisi di berbagai level. Banyak dari kami yang sudah lama berkarya, tapi belum memiliki ruang yang memadai untuk tampil, berproses, dan berkembang,” kata Iwan Permana, salah satu penggagas Komunitas Rumah Musisi dalam keterangan tertulis yang diterima BagusNews, Selasa, 3 Juni 2025.
Iwan melanjutkan, aspirasi para musisi Kota Cilegon diharapkan bisa ditindaklanjuti Dewan Kebudayaan.
“Kami percaya Dewan Kebudayaan bisa menjadi jembatan antara pelaku seni dan pemerintah,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni menerima kunjungan tersebut dengan terbuka dan menyambut positif semangat kolaboratif yang diusung para musisi.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Rumah Musisi. Aspirasi yang disampaikan akan menjadi masukan penting dalam penyusunan program kerja Dewan Kebudayaan, khususnya dalam merancang ekosistem seni musik yang sehat, produktif, dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula potensi pembentukan Rumah Musisi sebagai wadah bersama untuk pelatihan, produksi, hingga pentas reguler. (Red/Arise)







