Home / Daerah

Sabtu, 21 Juni 2025 - 09:51 WIB

Semarak Hari Krida Pertanian, Kang Nong Banten Dorong Pengembangan Agrowisata Desa

BagusNews.Co – Dalam rangka merayakan Hari Krida Pertanian Nasional 2025 yang diperingati setiap 21 Juni, Kang Nong Banten tahun mendorong pengembangan agrowisata desa di Provinsi Banten.

Hal itu terungkap dalam diskusi program Senada Kultur dengan tema ‘Menjamu Negeri’ yang digelar di TBM Titik Literasi, Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Menurut Kang Nong Banten 2025, Ratu Inayah dan Nabil Aqilah Baang, Hari Krida Pertanian Nasional pada 21 Juni, merupakan simbol evaluasi hasil panen dan persiapan musim tanam berikutnya.

“Desa-desa di Banten memiliki kekayaan alam dan warisan budaya yang dapat diolah menjadi agrowisata berkelanjutan: misalnya tur kebun, pengalaman panen bersama, dan produksi olahan hasil tani sebagai cenderamata,” kata Ratu Inayah dalam keterangan tertulis yang diterima BagusNews pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Baca Juga :  Wagub Dimyati Minta Dindikbud Banten Keluarkan SE Larangan Study Tour ke Luar Provinsi

Ia melanjutkan, pengembangan agrowisata desa sangat penting untuk menumbuhkan ekonomi lokal sekaligus melestarikan kearifan tradisional sebagai daya tarik wisatawan.

“Bahkan bila dikembangkan agrowisata disemua desa, bisa mengurangi pengangguran lantaran adanya pemberdayaan generasi muda,” tuturnya.

Untuk mendorong generasi muda melek dunia pertanian dan potensi wisata desa, Nabil Aqilah Baang mengungkapkan, pihaknya mengundang sejumlah narasumber diskusi yang bisa memberikan pencerahan kepada kaum muda.

Pemuda Pelopor Kota Serang, Dian Nupus yang menjadi pemantik diskusi menuturkan pentingnya regenerasi petani dengan strategi konkret di Banten hingga pendampingan teknologi tepat guna seperti aplikasi sederhana untuk memantau hasil tanam, program magang lapangan yang menjembatani pelajar dengan petani senior.

“Selain itu perlu mengintegrasikan literasi digital untuk pemasaran online tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal agar pertanian dilihat sebagai profesi modern dan menjanjikan,” bebernya.

Baca Juga :  Rekonstruksi Gerakan Literasi Banten

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Wilayah Banten Asep Mulya Hidayat yang menjadi narasumber diskusi mengaku bersyukur bahwa Provinsi Banten tergolong daerah yang aaman dalam hal kecukupan pangan.

“Tapi perihal kedaulatan pangan di Banten belum tercapai, oleh karenanya, gerakan bela dan beli produk pertanian lokal menjadi langkah nyata agar Banten berdaulat pangan,” ungkapnya.

Asep melanjutkan, salah satu penyebab generasi muda enggan menggeluti dunia pertanian adalah soal kesejahteraan petani. Oleh sebab itu, untuk melakukan regenerasi petani maka semua pihak terutama pemerintah berkewajiban meningkatkan kesejahteraan petani.

“Harus juga memperkuat rantai pasokan lokal, membuat wilayah lebih tangguh menghadapi fluktuasi harga untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Banten,” jelas Asep yang akrab disapa Haji Rocker ini. (Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Periode Juni 2023, Provinsi Banten Tempati Posisi 15 Daerah Terendah Inflasi Secara Nasional

Daerah

Normalisasi Sungai Cibanten, Pemkot Serang Gandeng BBWSC-3 dan Pemprov Banten

Daerah

Sekda Cilegon Minta Seluruh Kebijakan OPD dengan Pembangunan Daerah

Daerah

Ingin Tingkatkan SDM yang Berkualitas, Wibowo Maju Bacaleg Kota Serang

Daerah

Sambut Tahun Baru, Pemkot Cilegon Siapkan Strategi Menekan Inflasi

Daerah

Buka Peluang Kerja, Disnaker Kota Tangerang Gelar Walk Interview Bersama BPR Hariarta Sedana

Daerah

Lantik Empat Anggota Bawaslu Banten, Ini Pesan Ketua Bawaslu RI

Daerah

Satu Tahun Kepemimpinan Andra Soni di Banten, Ketua DPRD Fahmi Hakim : Tak Pernah Lelah Turun ke Lapangan