Home / Daerah

Senin, 13 Oktober 2025 - 13:08 WIB

Status Hukum Kasus Cs-137 Naik Penyidikan, Menteri LH Ungkap Dugaan Penyebab Radioaktif di Cikande

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq saat diwawancarai wartawan usai apel kesiapsiagaan penanganan kerawanan bahaya dan dekontaminasi radionuklida Cs-137 l Dok. Dwi MY-BNC

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq saat diwawancarai wartawan usai apel kesiapsiagaan penanganan kerawanan bahaya dan dekontaminasi radionuklida Cs-137 l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Perkembangan terbaru terkait kasus pencemaran radiasi Cesium 137 (Cs-137) di kawasan Cikande, Kabupaten Serang, yang sebelumnya penyelidikan kini resmi dinaikkan menjadi penyidikan oleh Bareskrim Polri.

Demikian diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq kepada wartawan usai apel kesiapsiagaan penanganan kerawanan bahaya dan dekontaminasi radionuklida Cs-137, Senin, 13 Oktober 2025.

Hanif menyebutkan, ada dua kemungkinan yang menjadi penyebab paparan radioaktif tersebut.

“Dua sisi ini sedang didalami oleh Bareskrim dengan serius mudah-mudahan dengan waktu yang tidak terlalu lama maka segala kemungkinan bisa dilakukan penelaahan dengan cermat,” ujar Hanif saat diwawancarai, Senin, 13 Oktober 2025.

Ia menjelaskan bahwa penyelidikan ini tidak hanya terbatas pada aspek kebocoran, tetapi juga menyangkut kemungkinan importasi ilegal dan penggunaannya untuk kepentingan komersial yang tidak sesuai regulasi.

Baca Juga :  Harga Cabe Rawit dan Telur Ayam di Pasar Rau Kota Serang Melonjak, Jelang Ramadhan 1447 H

Selain fokus terhadap sumber kontaminasi, Hanif menegaskan bahwa momentum ini menjadi titik balik dalam memperkuat regulasi terkait bahan radioaktif di Indonesia.

“Semua kebijakan sedang kita susun akan memperkuat kebijakan yang telah ada,” katanya.

Ia juga menginformasikan bahwa importasi scrap baja dan besi telah dihentikan sementara sampai proses penataan tata laksana di industri dan pelabuhan masuknya selesai dilakukan.

Dalam rangka memastikan kejadian serupa tidak terulang, pihaknya bekerja sama dengan Bareskrim Polri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan kajian secara mendalam.

“Kita sedang kaji secara mendalam oleh Bareskrim dengan dukungan BRIN dan Bapeten semua lini dilakukan penyelidikan dengan seksama untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi di republik ini,” tegas Hanif.

Baca Juga :  Yedi Rahmat Tinjau Lotte Mart Guna Pastikan Harga Bahan Pokok

Ia juga menegaskan, pemerintah juga berkomitmen untuk menyelesaikan penanganan di lapangan terkait temuan radioaktif ini.

“Kita akan melakukan langsung dekontaminasi pada 10 titik yang teridentifikasi dalam waktu paling lama satu bulan kita upayakan sambil melihat perkembangannya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Hanif, dekontaminasi di unit yang tercemar diharapkan selesai dalam waktu satu minggu.

Terkait aspek kesehatan masyarakat, ia menegaskan, hal itu menjadi perhatian utama. Pemerintah melalui berbagai kementerian terus melakukan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala kepada masyarakat terdampak.

“Penanganan kesehatan masyarakat akan terus dilakukan secara berkesinambungan,” pungkas Hanif. (Red/Dwi)

Tags: kebocoran Cs-137, penyelidikan kasus radiasi, impor ilegal bahan radioaktif, pengawasan bahan radioaktif Indonesia, Bareskrim Polri, regulasi bahan radioaktif, dekontaminasi Cs-137, kasus radiasi Indonesia, penegakan hukum radiasi, penyidikan Cs-137,

Share :

Baca Juga

Daerah

Edukasi Pelestarian Laut, Sinergi antara Literasi dan Konservasi di Pandeglang

Daerah

Dorong Budaya Menabung dan Literasi Keuangan, Bupati Resmikan Mini Banking di SMKN 1 Pandeglang

Daerah

Dukung Pemekaran Cilangkahan, Projo Lebak Minta Dukungan Kaesang

Daerah

Targetkan Pemeriksaan Kesehatan 200 Ribu Warga, Pemkab Serang Rilis Jumlah Korban Terpapar Radioaktif Cesium 137 di Cikande

Daerah

Kemendag MoU dengan PB Mathla’ul Anwar Terkait Sinergi Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi Umat

Daerah

Ada Nella Kharisma dan Momonon, Kampanye Relawan Prabowo Meriah di Kota Tangerang

Daerah

Jumlah Wisnus Tujuan Banten Pada Februari Alami Pernurunan Dibandingkan Januari 2026

Daerah

Pasca Libur Lebaran, Warga Keluhkan Pelayanan di Disdukcapil Pandeglang