Home / Daerah

Selasa, 8 September 2026 - 14:29 WIB

Pemkot Cilegon Perkuat Mitigasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Industri 

BagusNews.Co- Pemkot Cilegon memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi memengaruhi wilayah Kota Cilegon, termasuk kawasan industri.

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, Pemkot Cilegon telah melakukan rapat koordinasi bersama pihak industri dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membahas langkah-langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan dampak bencana.

“Hari ini Pak Sekda sudah menyuruh rapat. Hari ini langsung rapat dengan industri. Kemudian juga rapat dengan OPD terkait, baik dengan Dinkes, Damkar, dan semua yang berkaitan,” kata Robinsar saat ditemui setelah acara penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat Cilegon, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, koordinasi dengan industri menjadi bagian penting dalam upaya memastikan kesiapsiagaan menghadapi kondisi yang mungkin terjadi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Kalau untuk dengan industri, mungkin perihal mitigasi ataupun dalam rangka segala kemungkinan yang terjadi. Ini sedang kita rapatkan hari ini bersama Pak Sekda dan OPD terkait untuk menentukan langkah-langkah,” ujarnya.

Terkait kesiapan jalur evakuasi, Robinsar memastikan bahwa jalur evakuasi di wilayah Kota Cilegon telah tersedia. Namun, ia menilai sosialisasi kepada masyarakat masih perlu diperkuat agar warga mengetahui jalur dan lokasi evakuasi, khususnya masyarakat yang berada di wilayah dengan potensi risiko bencana lebih tinggi.

Baca Juga :  Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 5 Perusahaan Mendapatkan Penghargaan dari Walikota Cilegon

“Jalur sudah ada pasti. Tinggal mungkin memang perlu sosialisasi ke masyarakat lebih. Saya sudah arahkan juga ke BPBD,” kata Robinsar.

Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon memastikan keberadaan titik-titik evakuasi sekaligus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah yang memiliki potensi terdampak bencana.

“Yang pasti sudah ada beberapa titiknya. Totalnya saya kurang paham, tetapi di BPBD saya pastikan itu sudah ada. Tinggal nanti BPBD mensosialisasikan kepada lingkungan ataupun daerah sekitar agar tahu yang punya potensi tinggi bencana,” tuturnya.

Dalam menghadapi kondisi darurat, Pemkot Cilegon juga memastikan ketersediaan dukungan anggaran untuk kebutuhan penanganan bencana. Robinsar mengatakan anggaran untuk kebutuhan darurat tersedia melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Kalau buffer stock anggaran ada. Di perubahan ada BTT. BTT juga bisa digunakan untuk suatu urgensi seperti itu,” jelasnya.

Untuk kebutuhan buffer stock dalam penanganan bencana, Pemkot Cilegon menyiapkan sekitar 1.000 paket, dengan jumlah tersebut dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan. “Untuk bencana di BTT sekitar 1.000 paket. Nanti penyesuaian. Tapi BTT ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi dan Koordinasi Selama Mudik Lebaran, Pemkot Cilegon Kumpulkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa

Robinsar menegaskan, langkah teknis terkait mitigasi di kawasan industri akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi bersama pihak industri dan OPD terkait.

Pemkot Cilegon, kata dia, akan memastikan informasi mengenai potensi risiko bencana dapat diterima oleh pihak industri sehingga masing-masing perusahaan memiliki pemahaman mengenai langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat.

“Yang pasti, memitigasi segala bentuk kemungkinan yang terjadi, dan meminimalisir segala bentuk potensi yang akan terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan, koordinasi tersebut penting agar tidak terjadi kekosongan informasi maupun langkah penanganan ketika kondisi darurat benar-benar terjadi.

“Minimal industri itu sudah tahu polanya, sudah tahu langkah-langkah yang akan dilakukan,” katanya.

Menurut Robinsar, upaya tersebut tidak hanya menyangkut mitigasi di lingkungan pemerintahan, tetapi juga mencakup kawasan industri melalui koordinasi, sosialisasi, serta langkah-langkah kesiapsiagaan.

“Ini termasuk yang ada di bawah situ, dengan industri itu langkah-langkah mitigasi, sosialisasi, segala macamnya,” pungkasnya. (Red/Arise)

Share :

Baca Juga

Daerah

Layanan 10 Hari Balik Nama Sertifikat Tanah, BPN Banten: Uji Coba di Kota Tangerang dan Tangsel

Daerah

Pemprov Banten Gerak Cepat Atasi Radiasi Cs-137 Bersama Pemerintah Pusat

Daerah

BPBD Provinsi Banten Minta Semua Elemen Masyarakat Kabupaten Lebak Proaktif Mitigasi Bencana

Daerah

Wujud Solidaritas, Tujuh Ribu Pakaian Baru dari Brand Lokal Banten Dikirimkan untuk Warga Aceh

Daerah

Kurangi Ketergantungan Listrik PLN, Mahasiswa UGM Pasang PJU Tenaga Surya di Tanara

Daerah

AJI Jakarta Biro Banten Resmi Terbentuk

Daerah

Pemprov Banten Akan Tindak Pedagang yang Menjual Makanan dan Minuman Kemasan Kadaluwarsa

Daerah

Open Bidding Sekda Kabupaten Serang, Bupati Setorkan Tiga Nama Ke Mendagri dan BKN