BagusNews.Co — Dalam rangka menjamin keamanan dan keselamatan warga selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kampung Siaga Bencana (KSB) bersama Pokja Mitigasi dan Kebencanaan Kecamatan Angsana menggelar apel kesiapsiagaan di lapangan kecamatan.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Camat Angsana Acep Jumhani. Ia menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana selama musim penghujan dan masa libur panjang.
Turut hadir, Kapolsek Iptu Akbar beserta jajarannya, Kepala Puskesmas Yayan Mhdiyana, Danramil Angsana yang diwakili Serda Tata Subrata, Ketua PGRI dan anggota, serta para pendamping PKH, TKSK Kecamatan Angsana, dan Ketua KSB Beni Madsira beserta seluruh anggota relawan.
Apel tersebut menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan seluruh unit kerja dan relawan KSB di Kecamatan Angsana dalam menghadapi tantangan bencana alam dan menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya menjelang libur panjang Nataru.
Kegiatan tersebut juga memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di Pandeglang selama periode tersebut.
Acep menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar latihan, melainkan bagian dari upaya untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan warga saat Natal dan Tahun Baru berlangsung.
“Kita tidak hanya bicara kesiapsiagaan bencana alam, tapi juga jaminan keselamatan warga saat Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi seperti Polsek, Koramil, Puskesmas, PGRI, dan relawan KSB yang memiliki peran krusial dalam penanganan cepat dan tepat.
“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci penanganan bencana yang efektif. Ini sejalan dengan amanah Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah selalu hadir melindungi rakyat dari berbagai ancaman,” tambahnya.
Ketua Forum KSB Banten Beni Madsira mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah konkret di delapan kabupaten/kota di Banten, termasuk Pandeglang. Tim KSB memantau titik-titik rawan banjir, dilengkapi personel teknis dan koordinasi intensif bersama BPBD dan pemerintah daerah.
“Dengan semangat ‘Siap Siaga Bencana’, KSB menjadikan mitigasi sebagai gerakan bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab relawan, tetapi juga bentuk kehadiran nyata kami dalam menjaga keselamatan masyarakat,” jelasnya.
Beni menambahkan, kesiapsiagaan KSB di 18 kecamatan Pandeglang harus terus ditingkatkan melalui kolaborasi yang lebih erat antar seluruh instansi terkait.
Meski merupakan organisasi relawan, ia berharap pemerintah, terutama Pemkab Pandeglang, memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan dan peralatan KSB.
“Sejak dibentuk pada 2015 dan mendapatkan SK dari Bupati Irna Narulita, KSB selalu berada di garis depan membantu masyarakat. Tapi, perlengkapan dan anggaran operasional masih minim. Semoga di masa kepemimpinan Bupati Dewi, ada dukungan nyata untuk keberlanjutan organisasi ini,” tandasnya. (Red/Difeni)







