Home / Daerah

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:43 WIB

DLH Kota Serang Tampung Aspirasi Warga TPAS Cilowong Soal Uji Coba Kiriman Sampah Tangsel

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richie I Dok. Roy-BNC

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richie I Dok. Roy-BNC

BagusNews.Co – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richie, menyampaikan apresiasi atas kritik dan saran yang dilontarkan masyarakat di sekitar TPAS Cilowong, Kecamatan Taktakan, terkait adanya uji coba penerimaan sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

‎Aspirasi tersebut disampaikan warga melalui rapat evaluasi pelaksanaan atas perjanjian kerja sama pemanfaatan TPAS Cilowong, yang digelar di ruang Aula Kantor Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa, 6 Januari 2026.

‎”Kami dalam artian bersyukur bahwa dari masyarakat telah memberikan masukan masukan khusus kepada kita. Hasil dari masukan itu menjadi pacuan kinerja kita untuk melakukan penataan,” ujar Farach kepada awak media.

‎Menurutnya, kritik maupun saran yang disampaikan warga Taktakan menjadi penyemangat Pemkot Serang dalam mengatasi permasalah sampah.

‎Farach mengatakan penataan sampah Cilowong menggunakan metode control landfil atau lahan urug terkontrol, agar dapat mengurangi bau sampah menyengat dan dampak lainnya.

‎”Termasuk untuk bagaimana kita menghadapi salah satunya proyek strategis nasional (PSN) PSEL (Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik),” ungkapnya.

‎Sampah Tangsel selalu ditolak warga di sekitaran TPAS Cilowong sejak era Walikota Syahfrudin pada 2021, dengan alasan bau yang menyengat.

‎Untuk meminimalisir hal tersebut, DLH Kota Serang menyiapkan langkah berupa check point di dua lokasi yakni Rest Area kilometer 68 Bogeg, jalan tol Merak-Tangerang, dan di Lingkungan Jakung, Jalan Taktakan-Gunungsari (Takari) dengan melibatkan masyarakat setempat.

‎Cek point dilakukan untuk memastikan bahwa air lindi tidak berceceran di sepanjang jalan yang dapat menimbulkan bau dan menggangu aktivitas warga Kecamatan Taktakan.

‎”Kalau tahun kemarin kan kita melakukan penyiraman terhadap jalan yang dilalui oleh truk sampah karena memang titisan air lindi tidak seperti tahun kemarin. Dan ini masih dalam tahap, artinya sampah baru bukan sampah yang diambil dari TPS Cipeucang,” jelas Farach.

‎”Upaya-upaya ini yang kita lakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang timbul atas angkutan sampah ini,” imbuhnya.

‎Farach menyampaikan bahwa hasil dialog memutuskan bahwa pihaknya telah menghentikan sementara sampah impor dari Tangsel untuk dilakukan evaluasi. Simulasi penerimaan sampah Tangsel telah dilakukan sejak 1 Januari 2026.

‎Ia juga akan bersurat ke DLH Kota Tangsel terkait keputusan ini. Sekaligus menyampaikan beberapa point yang harus dievaluasi kepada Walikota Serang, mulai dari kesiapan TPAS Cilowong hingga kompensasi untuk masyarakat.

‎”Untuk (Selasa) sore ini kita stop dulu sampai nanti setelah hasil evaluasi ini kita sampaikan ke Pak Wali, bagaimana arah kebijakannya,” pungkasnya. (Red/Roy)

Share :

Baca Juga

Daerah

Digitalisasi Keuangan Daerah: Bank Banten Dorong Implementasi SP2D Online di Kabupaten Lebak

Daerah

Pemprov Banten Akan Kawal Pendistribusian Bahan Pokok Ke Pasar Jelang Lebaran

Daerah

Ada 12 Palang Pintu Kereta Api Baru di Kota Cilegon, DJKA: Patut Dicontoh

Daerah

Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-23 Provinsi Banten Diwarnai Protes Oleh Mahasiswa

Daerah

Srikandi Ganjar Banten Gelar Turnamen Voli Bareng Tim Barakatak

Daerah

Lantik Pengurus LKKS Provinsi Banten Tahun 2024-2029, Ini Harapan Pemerintah

Daerah

Banten Raih Apresiasi dari ID FOOD

Daerah

Hari Bhayangkara, Polda Banten Bedah Rumah Anggota Polisi Tak Layak Huni