BagusNews.Co – Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan Agrowisata Cikapek di Desa Lebak Parahiyang, Kecamatan Leuwidamar, dapat menyerap hingga 400 tenaga kerja lokal setelah beroperasi penuh. Proyek seluas 52 hektare ini diharapkan menjadi pengungkit ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Fasilitas yang akan dibangun meliputi area parkir, masjid, rest area, pusat kuliner, greenhouse, camping ground, miniatur Baduy, jalur trekking, hingga penginapan. Seluruh fasilitas ini dirancang untuk menciptakan ekosistem wisata terpadu yang mengintegrasikan sektor pertanian, budaya, dan pariwisata.
Kepala Disbudpar Lebak, Yosep Holis, menjelaskan bahwa di tingkat desa telah dilaksanakan CPCL (Calon Peserta dan Calon Lokasi) dengan masyarakat dalam wadah Gapoktan untuk aktivasi sektor agro dan pertaniannya sebagai baseline.
“Saat ini sedang dilakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait baik itu Pusat, Swasta, maupun investor agar terjadi akselerasi,” kata Yosep, Selasa, 14 April 2026.
Proyek yang menelan anggaran Rp12,1 miliar ini ditargetkan selesai pada 2027, dengan rentang waktu hingga 2029 untuk mengantisipasi perkembangan kondisi fiskal daerah. Pemerintah daerah berharap Agrowisata Cikapek dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka lapangan kerja baru, dan memberdayakan UMKM lokal secara berkelanjutan.
“Keberhasilan itu ketika manfaatnya dirasakan merata oleh masyarakat,” pungkasnya.(Red/Difeni)







