Home / Daerah

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:14 WIB

Longsor di Puncak Gunung Karang, Lereng Gundul Picu Keresahan Warga Pandeglang

tangkapan layar vidio amatir dari warga saat terjadinya longsor di gunung karang pandeglang pada Senin, 12 Januari 2025 | Dok. Istimewa

tangkapan layar vidio amatir dari warga saat terjadinya longsor di gunung karang pandeglang pada Senin, 12 Januari 2025 | Dok. Istimewa

 

BagusNews.Co – Warga Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, dikejutkan gemuruh keras dari lereng Puncak Gunung Karang pada Senin, 12 Januari 2025 pagi. Suara itu diduga kuat berasal dari longsor di kawasan hutan lindung Gunung Karang.

Longsor serupa pernah melanda lereng gunung itu pada 15 September 2021. Saat itu, peristiwa tak menimbulkan korban jiwa atau rusak permukiman, tapi meninggalkan lereng gundul tanpa vegetasi pelindung.

Ironisnya, lebih dari empat tahun kemudian, upaya rehabilitasi lahan nyaris tak terlihat. Penanaman kembali vegetasi di zona rawan longsor pun mandek, memperlebar risiko longsor susulan.

Baca Juga :  Sebelum Daftar ke KPU Kabupaten Serang, 9 Parpol Deklarasi Dukung Zakiyah-Najib

Kekhawatiran warga terbukti benar. Longsor Senin kemarin meluas, justru di tengah curah hujan tinggi belakangan ini. Situasi ini memicu resah, terutama bagi warga terdekat.

Oman, warga Kecamatan Kaduhejo, mengaku gelisah. “Lereng longsor itu wilayah administratif Kelurahan Pagerbatu, tapi kewenangan Perhutani karena masuk hutan lindung,” katanya saat dihubungi wartawan pada Selasa, 13 Januari 2025.

“Dulu 2021 sudah longsor, sekarang meluas lagi. Warga khawatir banget,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Serang Larang Penggunaan Kembang Api dan Petasan untuk Perayaan Tahun Baru 2026

Oman membandingkan dengan longsor di daerah lain yang berujung banjir bandang atau permukiman tertimbun. “Curah hujan tinggi kini bikin potensi longsor makin mengancam.”

Warga mendesak pemerintah daerah, BPBD, dan pengelola hutan segera inspeksi lapangan serta kajian teknis. “Pemeriksaan dini bisa antisipasi ancaman lebih cepat,” tutup Oman.

Hingga berita ini diturunkan, belum mendapat respons resmi dari Perhutani atau instansi terkait soal penanganan dan mitigasi.( Red/Difeni)

Share :

Baca Juga

Daerah

Siap Sambut Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026, Ini Strategi Dispar Banten

Daerah

Pekan Kedua April 2026, Pemkot Serang Terapkan WFH Bagi ASN Setiap Jumat

Daerah

Jelang Ramadan 2024, Yedi Rahmat Klaim Stok Beras Kota Serang Aman

Daerah

Sempat Gagal di Pemilu 2019, Guru di Kabupaten Serang Raih Suara Terbanyak di Pemilu 2024

Daerah

Diduga Konflik Rumah Tangga, Polresta Tangerang Ungkap Motif Kasus Pembunuhan di Tigaraksa

Daerah

Lakukan Sidak Hari Pertama Pasca Cuti Bersama Lebaran 1445 H, Virgojanti Klaim Tingkat Kehadiran Pegawai Tinggi

Daerah

BKKBN Apresiasi Pemprov Banten Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting

Daerah

Lewat Pelatihan Tata Boga, DP3AKKB Banten Ajak Perempuan Mandiri Secara Ekonomi